BATUI, WACANA PUBLIK – Pelaksana progran Makanan Bergizi Gratis (MBG) melibatkan pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyiapkan makanan bergizi sesuai standar, kemudian didistribusikan ke sekolah atau sasaran dengan dukungan Sarjana Penggerak Pembangunan (SPPI) untuk edukasi dan monitoring serta pengawasan dari pemerintah daerah dan pusat dengan fokus pada penanganan stunting dan gizi buruk, penciptaan lapangan kerja (UMKM) serta peningkatan ekonomi lokal.
Berkaitan dengan program MBG yang ada di wilayah Kecamatan Batui misalnya, SPPG Nonong Kecamatan Batui yang diberi tugas untuk melayani sebanyak 17 sekolah yang meliputi wilayah dari Desa Nonong hingga ke Desa Bonebalantak atau sebanyak 1.520 siswa sasaran penerima manfaat MBG dari sekolah TK hingga sekolah SMA.
Kepala SPPG Nonong Kecamatan Batui Kabupaten Banggai, Haerudin, yang ditemui Wacana Publik di tempat kerjanya, belum lama ini, mengatakan, SPPG Nonong yang diberi kepercayaan untuk melayani program MBG kepada kelompok sasaran sejak 22 September 2025 lalu hingga sekarang atau sudah berjalan sekitar 2 bulan lebih.
Menurut Haerudin yang didampingi Asisten lapangan Nurul Ismi Petasolong itu, dalam pemberian program MBG ini kepada kelompok sasaran seperti siswa dan Posyandu serta pada sasaran 3 B (Ibu hamil, Ibu menyusui serta Balita ) setiap 2 minggu sekali diadakan evaluasi guna mengetahui masalah atau masukan dari tingkat lapangan guna perbaikan dalam sistem pelayanan MBG yang ada.
Untuk memenuhi kebutuhan bahan yang akan dikelola atau dimasak, ungkap Haerudin, pihaknya mengambil bahan dari lokal seperti jenis protein hewani yakni daging ayam, ikan, telur dan begitu juga untuk jenis protein nabati seperti sayur kacang panjang, buncis, wortel dan labu siam juga diambil dari bahan lokal dan terkecuali stok bahan lokal sudah tidak ada baru ambil bahan dari luar seperti pasar luwuk.
” Sesuai juknis langkah awal sebelum kegiatan program MBG dilaksanakan, lebih dahulu yang dilakukan adalah sosialisasi kepada masyarakat atau kelompok sasaran seperti sekolah tentang pentingnya program MBG ini bagi peningkatan gizi anak anak untuk penurunan stunting dan gizi buruk, ” ujar Haerudin dengan nada terus terang. * (tas/WP)

















