BATUI, WACANA PUBLIK – Progran MBG ( Makan Bergizi Gratis ) adalah program unggulan pemerintah Indonesia untuk mengatasi stunting dan malnutrisi dengan menyediakan makanan bergizi bagi siswa, ibu hamil dan balita dilaksanakan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan menu simbang.
Pemanfaatan progran MBG seperti yang dilaksanakan oleh SPPG Kelurahan Bakung Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, setiap harinya berhasil melayani sebanyak 3.410 siswa dari sekolah TK hingga ke sekolah SMA yang tersebar di wilayah Uso hingga ke Bakung.

Alkam, SP analisis lapangan yang didampingi Fauzia Silando, S.Gz. Dietisien untuk ahli gizinya ketika bincang bincang dengan Wacana Publik belum lama ini, di SPPG Kelurahan Bakung Kecamatan Batui, mengatakan, pelaksanaan pemanfaatan program MBG ini bagi masyarakat sudah memasuki bulan ke empat sejak September 2025 hingga Desemeber 2025 terlaksana dengan aman dan lancar.
Menurut Alkam dan Fausia Silando, setiap menu MBG yang disalurkan kepada siswa yang ada selalu berubah sesuai daftar menu yang telah disusun untuk setiap harinya. Sesuai Juknis (petunjuk teknis) atau SOP yang ada, sebelum program MBG ini dilaksanakan untuk sasaran bagi siswa, terlebih dahulu dilakukan tingkat sosialisasi ke sejumlah sekolah yang menerima manfaan program MBG ini.
“Menu dibuat siklus setiap 10 hari sekali terjadi perubahan, setiap periode atau 12 hari sekali akan dievaluasi untuk perubahan menu yang ada. Kami berusaha melayani yang terbaik untuk progran MBG ini,” ungkap Alkam dan Fauzia Silando.
Selain itu, kata Fauzia Silando, untuk program sasaran makanan bergizi ini setiap minggunya atau 1 minggu sekali siswa mendapatkan susu full krim atau susu tawar dengan isi 110 mm/kotak.
Menyinggung masalah bahan makanan yang akan dikelola atau yang akan dimasak, kata Alkan dan Fauzia Silando, pihaknya selalu menyediakan bahan makanan yang masih fres atau masih segar. Bahan makan yang mengandung protein hewani seperti ayam, ikan, udang dan telur kita ambil dari daerah setempat untuk pemanfaatan kearifan lokal dan sekaligus meningkatkan usaha UKM yanga ada di daerah ini. Selain itu, apa bila masih kurang stok bahan makan yang ada baru kita ambil dari luar daerah seperti ke Luwuk.
Sedangkan bahan makanan untuk jenis nabati/sayur sayuran untuk progran MBG ini, kata mereka, seperti tahu dan tempe serta sayur sayuran berfariasi seperti kacang kacangan, buncis, labu siam, kentang dan fortel tetap dalam kondisi yang masih segar semua.
Menjawab pertanyaan Wacana Publik terkait jam memulai memasak, ungkap Alkam dan Fauzia Silando ini, sesuai juknis yang ada pihak SPPG dilarang memasak sebelum jam 12 malam. Jadi sebelum jam 12 malam kegiatannya hanya menyiapkan bahan makanan yang mau diolah/dimasak dan dicuci lebih dahulu dengan menggunakan air filter biar seteril dari kuman yang ada.
Setelah lewat jam 12 malam, ujar mereka, baru mulai persiapan masak nasi dan seterusnya hingga pemekingan ke kotak MBG dan sekitar jam 07 pagi program MBG siap diantar atau disalurkan ke sasaran sekolah sekolah yang ada.
Ketika disinggung masalah harga per porsi yang ada, sebut Alkam dan Fauzia Silando, untuk porsi kecil untuk anak TK hingga murid kelas 3 SD dengan harga Rp 8 ribu per porsi, sementara untuk porsi besar untuk kelas IV SD hingga siswa tingkat SMA dengan harga sebesar Rp 10 ribu perporsi.* (tas/WP )













