“Sapi Presiden Nyaris Satu Ton ‘Mengguncang’ Mesjid Agung An-Nur Luwuk “Jamaah: Ini Kurban atau Truk Berjalan?”

banner 468x60

LUWUK, WACANA PUBLIK –  Pelaksanaan Sholat Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi di Mesjid Agung An Nur Luwuk , Rabu (27/5/2026), berlangsung khusyuk dan penuh hikmat. Ribuan jamaah memadati area masjid sejak pagi hari untuk menunaikan ibadah tahunan umat Islam tersebut.

Bertindak sebagai imam utama Ustad Ismail Manopo, S.Pdi dan yang bertindak sebagai khatib adalah Dr. Jumail, S.Ag.,M.Pd yang merupakan salah satu Dekan di Fakultas Agama Universitas Muhammadiyah Luwuk, dalam menyampaikan khutbah yang dinilai menyentuh hati para jamaah. Dalam khutbahnya, ia mengajak umat Islam meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT.

banner 336x280

Namun di balik suasana religius dan khidmat itu, perhatian jamaah justru sempat “tersedot” pada satu hal yang cukup mencolok di halaman Masjid Agung An-Nur Luwuk : seekor sapi kurban bantuan Presiden Republik Indonesia, .

Bukan tanpa alasan. Sapi jenis Limosin atau yang oleh warga setempat disebut “Leo” itu memiliki bobot fantastis mencapai 850 kilogram atau hampir satu ton.

Pantauan media ini di lokasi, ukuran sapi tersebut menjadi bahan perbincangan warga usai pelaksanaan shalat Id. Sejumlah jamaah bahkan berkerumun hanya untuk melihat langsung sapi kurban yang didatangkan dari Kecamatan Toili tersebut.

“Ini sapi kurban atau mobil pick-up hidup,” celetuk salah seorang warga sambil tertawa melihat ukuran sapi yang jauh lebih besar dibanding sapi kurban lainnya.

Meski bernuansa canda, fenomena itu memperlihatkan antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan kurban tahun ini yang disebut-sebut sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir di Kabupaten Banggai.

Berdasarkan laporan penyaluran hewan kurban yang disampaikan pengurus PBHI Kabupaten Banggai melalui Muchtar Kantu, jumlah hewan kurban tahun ini meningkat signifikan dengan keterlibatan berbagai tokoh nasional maupun daerah.

Selain bantuan satu ekor sapi dari Presiden RI H.Prabowo Subianto, terdapat pula bantuan lima ekor sapi dari Gubernur Sulteng Anwar Hafid. Kemudian masing-masing satu ekor sapi dari Kapolda Sulawesi Tengah, Wakapolda Sulawesi Tengah, Bupati Banggai, dan Wakil Bupati Banggai.

Sementara itu, anggota DPR RI  disebut menyumbangkan 15 ekor sapi kurban. Jumlah serupa juga disalurkan keluarga besar Murad Husain yakni sebanyak 15 ekor sapi.

Beberapa nama lain yang ikut tercatat sebagai penyumbang di antaranya Sri Idraningsih Lalusu, Varianto Tamboreka, dan Ismail Yunus yang masing-masing menyumbangkan satu ekor sapi serta beberapa nama penyumbang hewan kurban lainnya yang jumlahnya cukup banyak, yang belum sempat disebutkan Namanya satu persatu.

Secara investigatif, tingginya jumlah hewan kurban tahun ini memperlihatkan adanya peningkatan partisipasi sosial dari kalangan pejabat, pengusaha, hingga tokoh masyarakat di Kabupaten Banggai.

Namun demikian, sejumlah warga berharap momentum kurban tidak berhenti pada seremoni penyerahan hewan semata, melainkan benar-benar mampu menyentuh masyarakat kecil yang membutuhkan.

“Yang paling penting bukan cuma besar sapinya, tapi bagaimana dagingnya benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar salah seorang jamaah kepada media ini.

Pengurus panitia kurban sendiri memastikan distribusi daging dilakukan secara terdata dan merata kepada masyarakat penerima manfaat.

Dengan total hewan kurban yang disebut mencapai ratusan ekor sapi di Kabupaten Banggai tahun ini, Idul Adha 1447 Hijriah tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga memperlihatkan wajah solidaritas sosial dan semangat berbagi yang masih kuat di tengah masyarakat. */tasiman

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *