LUWUK, WACANA PUBLIK – Suasana Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi di Kelurahan Karaton, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai berlangsung penuh khidmat sekaligus membawa semangat kebersamaan sosial di tengah masyarakat. Momentum penyembelihan hewan kurban tahun ini disebut menjadi salah satu yang paling meriah karena jumlah hewan kurban mencapai puluhan ekor.
Berdasarkan data panitia kurban yang dihimpun media ini, total hewan kurban di wilayah Kelurahan Karaton mencapai 23 ekor, terdiri dari 15 ekor sapi dan 8 ekor kambing. Hewan-hewan kurban tersebut disembelih dalam dua gelombang, yakni pada Kamis dan Sabtu.
Rinciannya, sebanyak 12 ekor sapi diperuntukkan bagi Masjid Baitul Asis Kelurahan Karaton, sementara 3 ekor sapi lainnya disalurkan untuk wilayah Tanjung. Selain itu, terdapat pula 8 ekor kambing yang ikut disembelih di Masjid Baitul Asis.

Lurah Karaton, Ronald Reppy, S.Sos usai pelaksanaan penyembelihan hewan kurban didampingi Ketua Panitia Romi, menegaskan bahwa Idul Adha bukan sekadar ritual tahunan, melainkan bentuk nyata kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Ibadah kurban ini bukan hanya bernilai ibadah kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi jembatan kepedulian sosial. Ada rasa haru dan kebahagiaan tersendiri saat masyarakat menerima dan menikmati daging kurban,” ujar Ronald Reppy kepada awak media Wacana Publik.
Dalam keterangannya, Ronald Reppy juga mengingatkan agar semangat berbagi tidak berhenti hanya pada momentum Idul Adha semata. Menurutnya, nilai pengorbanan dan kepedulian harus terus hidup dalam kehidupan sehari-hari demi menciptakan lingkungan sosial yang rukun, adil, dan harmonis.
Investigasi media ini di lapangan menemukan bahwa sebagian besar hewan kurban berasal dari bantuan berbagai pihak, mulai dari kelompok masyarakat, tokoh daerah hingga unsur pejabat pemerintah dan kepolisian serta Kepala Syahbandar Pelabuhan Luwuk.

Di antaranya, satu ekor sapi berasal dari Wakil Bupati Banggai, dua ekor sapi bantuan dari Kapolda dan Wakapolda Sulawesi Tengah, satu ekor sapi dari Cafe Kabin atas nama Steven Mareoli, tiga ekor sapi bantuan dari Aspar Kepala UPP Syahbandar Pelabuhan Luwuk, hingga bantuan satu ekor sapi dari Ismail Yunus, putra mantan Bupati Banggai, yang disebut memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat Karaton.
“Beliau merasa sebagai anak orang Karaton, sehingga ikut berpartisipasi membantu masyarakat,” kata Ronald Reppy.
Sementara itu, proses distribusi daging kurban disebut dilakukan secara terstruktur dan mengutamakan warga Kelurahan Karaton yang tersebar di 16 RT. Untuk wilayah Tanjung, penyaluran dikoordinasikan melalui pihak KSOP setempat yang dipimpin Aspar.
Panitia kurban Masjid Baitul Asis bersama Ketua Panitia Romi juga melakukan pendataan penerima secara langsung guna memastikan distribusi daging berjalan tepat sasaran.
Langkah pendataan itu dilakukan untuk menghindari tumpang tindih penerima sekaligus memastikan masyarakat yang benar-benar berhak dapat menikmati daging kurban.
Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat, momen Idul Adha di Kelurahan Karaton tahun ini tidak hanya menjadi seremoni keagamaan semata, tetapi juga memperlihatkan wajah solidaritas sosial yang masih terjaga kuat di tengah masyarakat Banggai.
Warga pun berharap semangat berbagi seperti ini tidak hanya hadir saat hari raya, tetapi terus tumbuh menjadi budaya sosial yang mempererat hubungan antarwarga. */tasiman











