TOILI, WACANA PUBLIK – Penyaluran pupuk bersubsidi adalah program pemerintah untuk membantu petani dengan menyediakan pupuk bersubsidi ( Urea, NPK dan lain lain ) melalui mekanisme rantai distribusi resmi ( Produsen -Distributor- dan Pengecer ) menuju kelompok tani dengan tujuan meningkatkan produktivitas dan stabilitas pangan.
Terkait dengan penyaluran pupuk bersubsisi kepada sejumah petani di daerah Toili, khususnya stok pupuk di gudang pada tingkat pengecer pada musim tanam 2025/2026 dinilainya cukup bahkan melebihinya.

Salah satu pengecer pupuk bersubsidi di Desa Tirtasari, Kecamatan Toili, Sumantri yang didampingi istrinya Sulika kepada Wacana Publik di kediamannya, belum lama ini, mengatakan, stok pupuk bersubsidi jenis pupuk urea dan NPK untuk musim tanam 2025/2026 yang tersimpan di gudangnya dinilanya cukup untuk melayani petani di 11 desa atau untuk melayani 87 kelompok tani yang ada.
” Musim tanam 2025/2026 untuk pupuk bersubsidi jenis urea dan pupul NPK yang ada digudang kami untuk sementara dinilainya cukup bahkan lebih untuk melayani petani di 11 desa atau untuk jatah 87 kelompok tani. Aman dan tidak ada masalah untuk pupuk petani yang ada,” ungkap Suttumo Amyamto dengan nada terus terang.
Menurut Suttumo Amyamto, pihaknya menyalurkan pupuk bersubsidi ke tingkat petani yang ada sesuai dengan RDKK ( Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok ) yang ada. Permintaan pupuk dari petani kepada tingkat pengecer yang ada, dinilainya agak menurun untuk saat ini.
Hal ini disebabkan akibat sejumlah pengusaha beras yang ada di wilayahnya belum laku terjual berasnya dipasaran. Apa lagi untuk saat ini, ada bantuan dari pemerintah terkait adanya beras raskin atau beras murah. Akibatnya peredaran uang kepada tingkat petani agak lambat.
Stok pupuk bersubsidi yang ada di gudang penyimpanan, ujar Suttumo Amyamto, ada sebanyak 122 ton dengan perincian sebgai berikut, untuk pupuk jenis NPK ada sebanyak 63 ton dan untuk jenis pupuk urea ada sebanyak 39 ton.
” Jatah pupuk bersubsidi untuk petani permusim per hektarnya mendapat 10 sak dengan rincian untuk pupuk urea 4 sak dan NPK 6 sak, ” tandas Suttumo Amyamto. * (tas/wp)














