LUWUK, WACANA PUBLIK – Kalau tidak ada aral melintang sebagaimana tahun sebelumnya, Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Luwuk, akan ikut berpartisipasi kembali menghadiri acara puncak Hari Distabilitas Internasional pada 3 Desember 2025 Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang dipusatkan di Palu. Hal itu dibuktikan dengan sedikitnya pihak sekolah akan mengirimkan 14 orang peserta untuk mengikuti berbagai ajang lomba kegiatan di Palu
Hal tersebut ditegaskan Kepala Sekolan Luar Biasa (SLB) Negeri Luwuk, Esron Yukulan, S.Pd.,M.Pd belum lama ini, di ruang kerjanya, ketika menjawab pertanyaan Wacana Publik tentang seputar rencana kegiatan dalam rangka menyongsong Hari Distabilitas Internasional pada 3 Desember 2025 yang akan datang untuk Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah ( Sulteng ) yang dipusatkan di ibu kota Palu.
Menurut Esron Yukulan, sebagaimana tahun sebelumnya pihaknya juga telah ikut berpartisipasi aktif diajang berbagai lomba kegiatan dalam rangka Hari Distabilitas Internasional pada 3 Desember 2024 lalu, dengan meraih berbagai prestasi yang telah dilombakan oleh panitia di Palu. Untuk tahun 2025 ini sendiri, pihaknya hanya mampu mengirim sebanyak 14 orang peserta ke Palu dikarenakan terkait dengan faktor biaya dana yang ada.
” Namun ini semua karena semangat dari teman teman guru dan personil yang ada di sekolah untuk mencari dana, guna bisa berpartisipasi dalam rangka Hari Distabilitas Internasional Tingkat Provinsi Sulteng di Palu. Jadi kami dari pihak sekolah SLB Negeri Luwuk hanya mengirimkan sebanyak 14 orang peserta untuk mengikuti berbagai jenis lomba yang ada, dari pada tidak ikut sama sekali dan ini jadi beban moral buat kita , ” ungkap Esron Yukulan dengan nada terus terang
” Jadi kami dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Luwuk, Kabupaten Banggai, sudah yang kali keduanya ikut diberbagai ajang lomba kegiatan dalam rangka menghadiri acara puncak Hari Distabilitas International pada 3 Desember di Palu, ” ujar Esron Yukulan seraya menambahkan bahwa semua negara yang ada di dunia ini juga ikut merayakan Hari Distabilitas Internasional setiap tanggal 3 Desember.
Untuk di Sulteng sendiri, kata Esron Yukulan, dalam rangka memperingati Hari Distabilitaas Internasional yang digagas oleh Dinas pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah di tahun 2025 ini, diarahkan langsung untuk menghadirkan semua sekolah SLB negeri maupun swasta se Sulteng sebanyak 34 sekolah atau sebanyak 34 tenda peserta.
” Rencana kami dari SLB Negeri Luwuk dengan kekuatan 14 orang peserta akan berangkat tanggal 28 Nopember 2025 dan tiba di Palu tanggal 29 Nopember 2025 untuk mempersiapkan segala sesuatunya di Palu untuk mendidrikan tenda dan pada tanggal 30 Nopemeber 2025 acara pembukaan dimulainya acara lomba kegiatan hingga tanggal 3 Desember 2025 dihari puncaknya, ” tandas Esron Yukulan
Sebelum hari “H”nya atau hari puncak untuk memperingati Hari Distabilitas Internasional, sebut Esron Yukulan, akan diadakan berbagai kegiatan jenis lomba seperti senam anak Indonesia hebat, lomba Fisionshow bagi anak distabilitas, lomba menyanyi solo untuk kepala sekolah, guru dan tata usaha, serta lomba pameran.
Untuk lomba pameran sendiri, kata pejabat yang sudah banyak makan garam di dunia pendidikan ini, mengatakan, untuk mengisi stand pameran yang ada ini, pihaknya akan menampilkan berbagai jenis makanan ringan dan makanan tradisional seperti bikin kolak dari bete, jenis miuman dari buah buahan seperti buah naga serta buat tumpeng, Selain itu juga akan menyajikan jenis olahan makanan lainnya seperti abon dan ikan asin.
Ketika ditanya tentang target harapan prestasi yang akan diraih oleh timnya di ajang berbagai loba ini, sebut Esron Yukulan, pihaknya tidak akan terlalu banyak berharap untuk hal ini. Memang ini tidak ada penilaian secara umum.
” Yah paling tidak bisa mempertahankan pretasi seperti tahun sebelumnya, yang pernah diraihnya. Untuk tahun 2024 lalu misalnya, kami dari beberapa sekolah untuk satu tenda dapat peringkat dua untuk kategori pameran dan untuk kegiatan lomba menyanyi mendapatkan tingkat harapan dua, ” sebut Esron Yukulan.
” Yah paling tidak juga, anak anak bisa ikut merasakan kegiatan ini dalam rangka meramaikan suasana di Hari Distabilitas Internasional tingkat provinsi di Palu ini dan mereka anak anak sangat gembira, ” tambah Esron Yukulan dengan penuh semangat.
Dibagian lain, tentang kondisi sekolah yang dipimpinya selama 26 tahun terakhir ini, Estron Yukulan yang selalu taampilan “Low profile ini” mengatakan, untuk kondisi jumlah guru yang ada sekarang ini ada sebanyak 14 orang guru. Ia menilainnya untuk sementara keadaan guru sudah cukup guna mendidik dan membimbing anak siswa sebanyak 72 orang yang mulai dari tingkat SD sampai dengan tingkat SMA. Tapi ini sudah masuk kategori sekolah SLB yang besar.
Sedangkan untuk kondisi Ruang Kelas Belajar (RKB) yang ada di SLB Negeri Luwuk sendiri, Sebut Esron Yukulan, ada sebanyak 12 RKB atau ada 16 Rombongan belajar (Rombel). Karena ada anak yang grahita dan anak yang tuna rungu. walaupun mereka satu Rombel tapi tidak bisa digabung karena faktor cacad fisiknya yang berbeda. Jadi beda penangannya dan juga beda cara belajarnya.
Sejumlah Prestasi Telah diraih
Berbicara soal prestasi yang pernah diraihnya bagi anak didik di sekolah SLB Negeri Luwuk selama ini patut diacungi jempol serta cukup membaanggakan. Betapa tidak. Anak didik dari asuhan Esron Yukulan ini, pernah tercatat meraih pretasi penghargaan di tingkat Nasional seperti di bidang Atelitik untuk anak tuna runggu. Selain itu juga, ada juara catur untuk anak tuna netra mendapat peringkat delapam tingkat nasional yang diadakan di Semarang beberapa tahun yang lalu.
” Selain anak didik yang mendapatkan sejumlah pretasi di bidang olah raga, saya juga pernah ikut lomba Pidato dan mengarang dan keluar sebagai juara 2 tingkat nasional untuk kategor[ guru SLB di tahun 2004 silam, ” ujar Esron Yukulan.
Selain itu, Kepala ekolah Esron Yukulan juga sukses mewakili Provinsi Sulawesi Tengah dalam lomba Kepala Sekolah berdedikasi yang didalamnya ada kepala sekolah SD dan SMP serta SMA SLB yang diadakan di Bali dan yang terakhir lomba kepala sekolah berdedikasi yang diadakan di Palu beberapa waktu yang lalu, ia juga sukses menghantarkan dirinya bisa bertemu langsung dengan Bapak Presiden Joko Widodo. * ( tasiman/wacana publik )













