TOILI, WACANA PUBLIK – Kalau ada yang masih mengira sekolah kejuruan cuma soal teori dan absen pagi, mungkin perlu mampir ke SMK Negeri 1 Toili. Dari hasil penelusuran dan wawancara di ruang kerja kepala sekolah beberapa waktu lalu, sekolah ini ternyata sedang “ngebut” mengejar status strategis sekaligus menata fasilitas yang mulai menua.
Enam Jurusan, 367 Siswa, Satu Target Besar
Saat ini SMKN 1 Toili memiliki 367 siswa yang tersebar di enam jurusan:
1. Teknik Elektronika 2. Teknik Kendaraan Ringan (TKR) 3. Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM)
4. Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) 5. Pemasaran 6. Desain Permodelan dan Informasi Bangunan (DPIB)
Kepala sekolah SMK Negeri I Toili, A. Son Happy, S.Pd., M.Pd, Ketika bincang-bincang dengan Wacana Publik di ruang kerjanya, belum lama ini, menegaskan bahwa jurusan Teknik Bisnis Sepeda Motor sudah menjalin MoU dengan Honda pusat dari Jakarta sejak 2024 dan berlanjut hingga 2025.
Kerja sama ini bukan sekadar papan nama. Pihak sekolah kini tengah mengejar status TUK (Tempat Uji Kompetensi). “Sudah hampir mendekati, tinggal penguatan dan akreditasi,” ujarnya.
Honda Melirik, Lulusan Diprioritaskan
Bukan cuma kerja sama di atas kertas. Dari investigasi lapangan, sejumlah lulusan disebut mendapat prioritas untuk melamar sebagai mekanik di jaringan Honda, termasuk di CV Anugrah Perdana.
Prestasi pun berbicara.
Tahun 2024: Guru juara 2, siswa juara 2 tingkat provinsi dalam kontes kompetensi Skill di Honda tk.Provinsi Sulawesi Tengah di Palu.
Tahun 2025: Guru juara 2, siswa juara 3 tingkat provinsi.
Artinya? Mesin boleh berbunyi keras, tapi prestasi tetap halus dan konsisten.
Jurusan Pemasaran “Naik Level” Saat PKL
Tak kalah menarik, jurusan Pemasaran yang baru menjalani PKL mendapat apresiasi dari tempat magang, salah satunya di CV Kolumbus Hasrat Abadi.
Menurut keterangan pihak sekolah, siswa mereka dinilai bekerja dengan standar yang hampir setara karyawan tetap. “Levelnya seperti karyawan biasa,” ungkap kepala sekolah A. Son Happy.
Sementara itu, untuk 2026 mendatang, sebanyak 120 siswa direncanakan PKL dan penelitian proyek pada Juli–Agustus di Palu, Luwuk, dan Toili. Sebelumnya, 106 siswa telah menyelesaikan PKL dan kini tinggal tahap presentasi laporan.
Fasilitas Butuh Perhatian, Guru Masih Kurang
Namun di balik capaian itu, ada catatan penting. Sekolah ini mengusulkan enam Ruang Kelas Belajar (RKB) untuk direhab ringan karena kondisi bangunan yang mulai rusak.
Tak hanya itu, kekurangan guru masih menjadi pekerjaan rumah, khususnya pada bidang TKJ dan beberapa mata pelajaran lainnya. Untuk menutup kekosongan, sekolah merekrut tenaga honorer.
Prestasi Non-Akademik Juga Bersinar
Dari data yang dihimpun, dua siswa pernah lolos seleksi Paskibraka tingkat kabupaten. Bahkan satu satu sekolah SMK se Kabupaten Banggai yang siswanya tercatat lolos seleksi Paskibraka pada 2025 lalu. */tasiman wacana publik














