“ Pemerintah daerah bantu biaya domestik dan layanan kesehatan gratis, namun antrean panjang dan perjuangan jamaah lansia tetap menjadi sorotan “
Laporan : Tasiman Wacana Publik ( Bag. Kedua- habis )
LUWUK, WACANA PUBLIK— Sebanyak 163 jamaah haji asal Kabupaten Banggai dijadwalkan berangkat menuju Tanah Suci Mekkah untuk menunaikan ibadah haji tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.
Jika tidak ada kendala, para jamaah akan diberangkatkan dari Luwuk menuju Kota Palu pada Minggu, 10 Mei 2026. Selanjutnya jamaah akan bertolak menuju Balikpapan pada 11 Mei 2026 dan diterbangkan menuju Jeddah pada 12 Mei 2026.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Banggai yang juga Ketua PPIH Kabupaten Banggai, Aswari A. Nadjir, S.Ag.,M.Pd kepada media online Wacana Publik di ruang kerjanya belum lama ini menjelaskan bahwa jamaah haji Banggai tergabung dalam Kloter 11 bersama jamaah dari Kabupaten Banggai Kepulauan, Kabupaten Poso dan Kota Palu.
Menurut Aswari, pemerintah daerah memberikan dukungan cukup besar terhadap keberangkatan jamaah haji tahun ini, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis tahap pertama di Puskesmas hingga pemeriksaan lanjutan di RSUD Luwuk.
Selain itu, pemerintah daerah juga membantu biaya tiket pesawat domestik rute Luwuk–Palu pulang pergi sebesar 40 persen serta menanggung biaya pengangkutan jamaah dan koper dari bandara menuju asrama haji Palu.
“Ini bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang akan menunaikan ibadah haji,” ujar Aswari.
Namun di balik berbagai bantuan tersebut, kondisi jamaah lanjut usia menjadi perhatian serius. Dari total 163 jamaah, tercatat 20 orang merupakan lansia dengan rentang usia 72 hingga 85 tahun. Bahkan, sebanyak 10 jamaah harus menggunakan kursi roda.
Fakta ini memperlihatkan bahwa banyak masyarakat harus menunggu bertahun-tahun untuk bisa berangkat ke Tanah Suci hingga akhirnya memasuki usia lanjut.
Ironisnya, antrean panjang haji masih menjadi persoalan klasik yang belum terselesaikan hingga kini. Banyak warga mendaftar saat masih sehat dan kuat, tetapi baru memperoleh giliran ketika kondisi fisik mulai menurun.
Di sisi lain, semangat para jamaah lansia justru menjadi gambaran kuat tentang besarnya kerinduan masyarakat untuk menunaikan rukun Islam kelima.
“Yang muda kadang kalah semangat. Ini umur 80 tahun masih siap ke Tanah Suci,” celetuk salah satu keluarga jamaah saat proses persiapan keberangkatan.
Menurut data Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Banggai, jamaah termuda tahun ini bernama Atira Nisrina, berusia 21 tahun asal Kecamatan Luwuk. Sedangkan jamaah tertua adalah Asri Daeng Toli berusia 85 tahun asal Kecamatan Batui Selatan.
Aswari juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat dalam kelancaran proses pemberangkatan jamaah haji, di antaranya bagian Kesra, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Polres Banggai, Satpol PP, KKP, pihak bandara hingga maskapai penerbangan.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Bank Syariah Indonesia, Baznas serta Hajah Inon Tamureka yang turut membantu penyediaan konsumsi bagi jamaah.
Di akhir keterangannya, Aswari meminta para jamaah agar turut mendoakan Pemerintah Kabupaten Banggai selama berada di Tanah Suci.
“Mudah-mudahan daerah kita diberikan keberkahan, pemimpin diberi kesehatan dan kemampuan memimpin masyarakat dengan baik,” katanya.
Keberangkatan jamaah haji Banggai tahun ini bukan sekadar perjalanan ibadah, tetapi juga cermin perjuangan panjang masyarakat kecil yang rela menabung bertahun-tahun demi memenuhi panggilan suci ke Baitullah. */tasiman

















