Oleh: Tasiman Wartawan Wacana Publik
KOTA LUWUK malam itu, Senin, 7 Juli 2026, angin sepoi-sepoi yang berembus dari perairan Teluk Lalong kabupaten-banggai- Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid-sebut-banggai-sebagai-ibu-bagi-daerah kabupaten lainnya tidak sekadar membawa aroma garam yang khas. Di bawah temaram lampu Kota Luwuk, ribuan pasang mata mendadak tertuju ke langit. Seolah menjawab tatapan itu, ratusan titik cahaya dari formasi drone show mulai menari, melukis malam dengan harmoni warna yang memukau.
Pertunjukan teknologi itu bukan sekadar hiburan visual. Kilatan cahaya di atas Ruang Terbuka Hijau (RTH) Teluk Lalong tersebut adalah sebuah pengantar malam, sebuah pembuka gerbang ingatan bahwa tepat pada 8 Juli 2026, tanah tumpah darah ini—Kabupaten Banggai—genap menapaki usia 66 tahun.
Rahim yang Melahirkan Kehidupan
Mendengar kata “Banggai” bagi masyarakat Sulawesi Tengah selalu mendatangkan rasa hormat yang mendalam. Dalam sebuah pidato yang menyentuh saat membuka malam ramah tamah, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengutarakan analogi yang menggetarkan hati. Beliau menyebut Banggai sebagai sesosok “Ibu”.
Sebuah sebutan yang tidak berlebihan. Dari rahim sejarah Kabupaten Banggai selaku daerah induk, telah lahir dua daerah otonom tangguh: Kabupaten Banggai Kepulauan dan Kabupaten Banggai Laut. Layaknya seorang ibu yang ikhlas, Banggai telah membesarkan, mendidik, dan merelakan anak-anak kandungnya melangkah mandiri, sembari dirinya sendiri tetap tegak berdiri merajut pembangunan.
“Sudah sepantasnya kita memberikan penghormatan dan rasa syukur kepada ibu kita,” tutur Anwar Hafid malam itu. Ungkapan yang seketika mengundang gemuruh tepuk tangan, sekaligus menyisakan keharuan di sudut mata para tokoh adat dan sesepuh daerah yang hadir.
Detak “Bergerak Maju, Tumbuh Bersama”
Keesokan paginya, Rabu, 8 Juli 2026, atmosfer khidmat begitu terasa di Lapangan Mirqan, Bukit Halimun. Upacara peringatan hari jadi yang dipimpin langsung oleh Gubernur berlangsung dengan megah namun penuh kedalaman makna. Tahun ini, sebuah visi besar digaungkan lewat tema resmi: “Bergerak Maju, Tumbuh Bersama”.

Makna tema ini bukan slogan pemanis kertas kerja di atas meja birokrasi. Di bawah kepemimpinan Bupati Amirudin Tamoreka bersama jajarannya, denyut tema itu hadir nyata di tengah-tengah masyarakat melalui akselerasi sembilan program strategis Gerakan Membangun Banggai
tengoklah bagaimana jaminan kesehatan daerah kini telah merangkul hampir seluruh lapisan warga. Perhatikan aspal-aspal baru yang mulai membelah keterisolasian di pelosok desa, atau bantuan bibit yang menghidupkan kembali senyum para petani dan nelayan di pesisir. Di usia senjanya yang ke-66, sang “Ibu” tidak mendamba istirahat; ia justru semakin bertenaga bersolek demi masa depan anak-cucunya.
Pesta Rakyat dari Swadaya Kolektif
Jika ada hal yang paling indah dari perayaan tahun ini, itu adalah runtuhnya sekat-sekat pembatas. Peringatan HUT ke-66 ini menjelma menjadi pesta rakyat yang sangat inklusif. Lebih dari 60 pelaku UMKM lokal berjejer rapi menjajakan produk kreatif mereka di sekitar teluk, sementara bursa kerja (job fair) dipadati anak-anak muda yang menggantungkan asa pada masa depan daerahnya.
Menariknya, kemeriahan yang menyatukan ribuan warga dari riuh hiburan hingga pameran digital ini digerakkan sepenuhnya lewat semangat kolaborasi dan sponsorship pihak ketiga—sebuah bukti nyata efisiensi kerja yang digagas pemerintah tanpa membebani anggaran daerah.
Sinergi inilah yang diserukan sebagai kunci. Bahwa sebuah daerah tidak bisa melesat hanya karena kekuatan satu orang pemimpin, melainkan karena anyaman persatuan dari seluruh elemen masyarakatnya.
Merawat Kenangan, Menenun Harapan
Ketika malam kembali merayap di Luwuk, kemeriahan mungkin perlahan mereda. Namun, esensi dari 66 tahun berdirinya Kabupaten Banggai telah menancap kuat di dada setiap warga. Seperti sepotong bait puisi lama karya Ama Gaspar yang sempat dikutip dalam kehangatan momentum ini:
“Di tanah kelahiran, telapak tangan mengerjakan ingatan sendiri, teluk yang memeluk, dan halaman belakang yang menopang tahun-tahun yang panjang.”
Banggai telah melewati tahun-tahun yang panjang itu dengan ketabahan seorang ibu. Kini, dengan modal persatuan yang kokoh, kearifan lokal yang terjaga, serta keterbukaan terhadap modernitas teknologi, sang Ibu siap melangkah lagi. Memastikan bahwa tanah ini tidak hanya sekadar bertambah angka usianya, tetapi juga kian mekar membawa berkah, keadilan, dan kesejahteraan bagi siapa saja yang bernaung di bawah dekapannya.
Selamat Hari Jadi ke-66, Kabupaten Banggai. Teruslah bergerak maju, mari tumbuh bersama! */













