“ Pemerintah Kabupaten Banggai siapkan penerbangan gratis menuju Palu, jamaah tergabung dalam Kloter 11 bersama Bangkep, Poso dan Kota Palu “
Laporan : Tasiman Wacana Publik ( Bag. Pertama )
LUWUK, WACANA PUBLIK — Suasana haru mulai terasa di tengah masyarakat menjelang keberangkatan calon jamaah haji asal Kabupaten Banggai menuju Tanah Suci Mekah untuk menunaikan ibadah haji tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.
Jika tidak ada aral melintang, sebanyak 163 calon jamaah haji asal Kabupaten Banggai dijadwalkan berangkat pada Minggu, 10 Mei 2026 dari Luwuk menuju Palu. Selanjutnya, jamaah akan diterbangkan ke Balikpapan pada 11 Mei 2026 dan bertolak menuju Jeddah pada 12 Mei 2026.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Banggai yang juga Ketua PPIH Kabupaten Banggai, Aswari A. Nadjir, S.Ag.,M.Pd kepada media online Wacana Publik Luwuk di ruang kerjanya belum lama ini menjelaskan bahwa jamaah haji asal Banggai tergabung dalam Kloter 11 bersama jamaah dari Kabupaten Banggai Kepulauan, Kabupaten Poso dan Kota Palu.

Menurut Aswari, seluruh jamaah akan diberangkatkan menuju Asrama Haji Transit Palu menggunakan pesawat udara Lion Air yang difasilitasi Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai secara gratis.
“Alhamdulillah, pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap keberangkatan jamaah haji tahun ini,” ujarnya.
Namun di balik suasana bahagia tersebut, terdapat duka mendalam. Tercatat tiga calon jamaah haji meninggal dunia sebelum sempat berangkat ke Tanah Suci, masing-masing atas nama Dirsan Talaha asal Kecamatan Luwuk Selatan, Abdul Hafid asal Kecamatan Bunta, dan Muhammad Ikhsan Pandareli asal Kecamatan Luwuk Selatan.
Pihak Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Banggai kemudian mengupayakan pengganti kuota jamaah atas nama almarhum Muhammad Ikhsan Pandareli yang akhirnya digantikan oleh Ruhyati Nazir asal Kecamatan Luwuk.
“Seminggu sebelum keberangkatan, pengganti kuota berhasil diproses sehingga total jamaah reguler tetap terpenuhi,” jelas Aswari.
Jumlah jamaah haji reguler asal Banggai tahun ini sebanyak 160 orang dan akan didampingi tiga petugas, masing-masing Zulfan Kadim sebagai petugas kloter, Muhammad Hidayat Jamaluddin sebagai pembimbing ibadah kloter, serta Hajah Herawati Mustafa sebagai pembimbing ibadah dari KBIHU.
Dari data Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Banggai, Kecamatan Luwuk menjadi penyumbang jamaah terbanyak dengan 30 orang, disusul Kecamatan Batui Selatan sebanyak 28 orang dan Kecamatan Toili sebanyak 17 orang.
Secara keseluruhan, jamaah haji Kabupaten Banggai terdiri dari 62 laki-laki dan 101 perempuan. Dari sisi profesi, jamaah didominasi ibu rumah tangga sebanyak 39 orang, petani 33 orang, PNS 49 orang, swasta 23 orang dan pedagang 11 orang.
Sementara dari tingkat pendidikan, jamaah lulusan SLTA mendominasi sebanyak 53 orang, disusul lulusan SD 42 orang dan sarjana S1 sebanyak 35 orang.
Keberangkatan jamaah haji tahun ini menjadi perhatian masyarakat Kabupaten Banggai. Selain karena jumlahnya cukup besar, pelayanan dan kesiapan pemerintah daerah dinilai semakin baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Di tengah antrean panjang dan biaya hidup yang terus naik, masyarakat berharap seluruh jamaah diberikan kesehatan, kekuatan dan kembali ke daerah dengan predikat haji yang mabrur.
“Yang penting pulang jangan cuma bawa air zam-zam, tapi juga perubahan sikap,” celetuk salah satu warga di Luwuk sambil tersenyum. */tasiman
















