“ Penilaian arsip perdana digelar, Bupati Banggai disiapkan menyerahkan penghargaan bagi OPD dengan tata kelola arsip terbaik ”
LUWUK, WACANA PUBLIK – Selama bertahun-tahun arsip sering dianggap sekadar tumpukan berkas yang memenuhi lemari kantor. Namun pandangan itu kini mulai diubah oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banggai.
Sejak Mei lalu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan mulai melaksanakan pengawasan dan penilaian kearsipan terhadap seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banggai. Program ini menjadi yang pertama dilakukan secara serius sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banggai, Drs. Benyamin Pongdatu, M.Si menegaskan bahwa tertib arsip bukan sekadar urusan administrasi, melainkan pondasi penting dalam menjalankan pemerintahan.

“Bagaimana mau mengelola pemerintahan dengan baik kalau arsipnya tidak tertata? Tata kelola naskah dinas yang baik harus diawali dengan arsip yang baik,” tegasnya.
Menurutnya, banyak persoalan pemerintahan berawal dari lemahnya pengelolaan arsip. Dokumen yang hilang atau tidak tersimpan dengan baik dapat memunculkan sengketa, kesalahan administrasi, hingga kerugian aset daerah.
Ia mencontohkan kasus-kasus sengketa tanah yang sering terjadi akibat dokumen kepemilikan tidak tersimpan secara baik. Bahkan dalam sejumlah kasus, dokumen lama yang tersimpan rapi justru menjadi bukti kuat di hadapan hukum dibanding dokumen baru yang tidak memiliki riwayat yang jelas.
“Arsip itu seperti memori pemerintahan. Kalau memorinya hilang, maka sejarah dan bukti-bukti administrasi juga bisa hilang,” ujarnya.
Karena itu, penilaian kearsipan yang sedang berlangsung bukan sekadar formalitas. Tim akan menilai sejauh mana OPD mampu mengelola, menyimpan, dan mengamankan dokumen penting sesuai standar kearsipan nasional.
Hasil penilaian nantinya akan dilaporkan kepada Bupati Banggai. OPD dengan pengelolaan arsip terbaik akan memperoleh penghargaan dan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas komitmen mereka dalam membangun administrasi yang tertib dan profesional.
“Kami sudah siapkan reward. Nanti akan diumumkan siapa yang terbaik, dan Bupati akan memberikan penghargaan langsung,” kata Benyamin.
Pengumuman para pemenang rencananya akan dilakukan dalam rangkaian Festival Literasi yang akan digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banggai. Kegiatan tersebut akan melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk perwakilan desa-desa yang selama ini menjadi sasaran program penguatan literasi daerah.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Banggai ingin mengubah paradigma lama bahwa arsip hanyalah tumpukan kertas. Di era tata kelola pemerintahan modern, arsip justru menjadi bukti, memori, sekaligus benteng hukum yang menjaga keberlangsungan administrasi pemerintahan.
“Perpustakaan dan kearsipan hari ini tidak bisa lagi bekerja dengan cara lama. Saatnya menyongsong pelayanan yang lebih inovatif, profesional, dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. */tasiman













