TOILI BARAT, WACANA PUBLIK – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program perioritas pemerintah untuk menyediakan makanan bergizi bagi siswa TK,Paud hingga SMA/SMK, Ibu Hamil, Ibu menyusui dan balita dengan tujuan untuk meningkatkan gizi dan karakter melalui dapur umum yang melibatkan UMKM lokal.

Program MBG di Kecamatan Toili Barat yang penyalurannya melalui SPPG ( Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ) Desa Makapa berjalan aman dan lancar serta tidak ada kendala/hambatan dilapangan. Dalam meyalurkan program MBG ini, SPPG Desa Makapa sudah berjalan kurang lebih 3 bulan yang disalurkan kepada kelompok sasaran sebanyak 3.365 siswa mulai dari TK.Paud hingga SMA/SMK serta sasaran untuk 3 B ( Bumil, Busui dan Balita ).
Rian Anggoro salah satu mitra program MBG melalui SPPG Desa Makapa Kecamayan Toili Barat, ketika ditemui Wacana Publik, di kediamannya, belum lama ini, mengatakan, pihaknya yang telah dipercayakan untuk menyalurkan program MBG di Desa Makapa telah berjalan kurang sudah 3 bulan dengan sasaran untuk 3.365 siswa dari TK.Paud hingga siswa SMA/SMK.
Menurut Rian Anggoro, sasaran pemberian MBG kepada 3.365 siswa itu tersebar dibeberapa sekolah dengan rincian sebagai berikut, untuk TK.Paud sebanyak 7 sekolah, Siswa SD sebanyak 11 sekolah dan siswa SMP sebanyak 6 sekolah serta siswa tingkat SMA/SMK sebanyak 5 sekolah.
Terkait dengan penyedian bahan makan yang akan diolah atau dimasak dari unsur jenis hewani seperti ayam dan telur, kata Rian Anggoro, pihanya memanfaatkan para petani peternak lokal yang ada dan kecuali kalau kebutuhan belum mencukupi baru ambil dari luar seperti ke Luwuk.
“Menu makanan yang dimasak sesuai dengan standar ahli gizi dan setiap hari menu untuk program MBG berubah sesuai dengan jadwal yang telah disusun sebelumnya. Dan setiap harinya kegiatan penyaluran program MBG ini, kita laporkan ke provinsi di Badan Gizi Nasional di Palu, “ujar Rian Anggoro dengan serius.
Kata Rian Anggoro, sesuai juknis pihaknya mulai melakukan kegiatan masak mulai jam 12 lewat untuk awal mulai masak nasi dan dilanjutkan masak bahan lainnya seperti masak daging ayam atau telur atau ikan serta sayur dan menjelang pagi sudah mulai pemekingan MBG di kotak dan selanjutnya siap untuk pendidtribusian ke sasaran masing masing sesuai dengan tujuan.
” Kalau TK.Paud hingga siswa kelas 3 SD kita didtribusikan program MBG lebih awal untuk kategori porsi kecil karena mereka cepat pulang dan selanjutnya penyaluran MBG ke siswa SD kelas IV hingga siswa tingkat SMA/SMK dengan kategori porsi besar,” jelas Rian Anggoro seraya menambahkan bahwa setiap seminngu sekali siswa diberi minuman susu fullcrim atau susu tawar putih.
Dibagian lain, Rian Anggoro mengungkapka, bahwa kedepan akan direncanakn pemberian program MBG kepada sasaran orang tua lansia, tinggal menunggu juknis keluar. * (tasiman/wacana publik)













