LUWUK, Wacana Publik – Menciptakan pendidikan yang berkualitas itu, tidak semudah orang bayangkan seperti hanya membalikan telapak tangan saja, namun harus dibarengi dengan penuh perjungan dan penuh dengan pengorbanan serta semangat juang yang tinggi.
Berkaitan dengan dunia pendidikan di daerah Kabupaten Banggai ini, dalam tahun anggaran 2025 ini, TK.Negeri Pertiwi Luwuk, telah mendapatkan bantuan kucuran dana lewat dana DAK Tahun 2025 ini sebesar Rp 399 Juta lebih.
Berbicara kepada Wacana Publik di ruang kerjanya, Jumat (14/11) Kepala Sekolah, TK.Negeri Pertiwi Luwuk, Rosnalita Laefo, S.Pd mengatakan, pihaknya mengakui bahwa pada tahun anggaran 2025 ini mendapatkan bantuan kucuran dana DAK lewat pemerintahan pusat untuk kegiatan proyek pembangunan di sekolahnya sebesar Rp 399 juta lebih.

Menurut Rosnalita Laefo, dalam pekerjaan proyek pembangunan yang ada di sekolahnya terbagi dalam tiga aitem pekerjaan. Yang pertama, proyek bangunan ruang UKS dengan anggaran sebesar Rp 71,6 Juta Lebih. Yang kedua, proyek bangunan Ruang Administrasi/Ruang kantor sekolah dengan anggaran sebesar Rp 190,3 juta lebih. Dan yang ke tiga, proyek bangunan Toilet dengan anggaran sebesar Rp 134 juta lebih.
” Jadi Total anggaran yang mencakup tiga aitem pekerjaan proyek banguanan itu sebesar kurang lebih Rp 399 juta lebih ” ujar Rosnalita Laefo.
Dikatakannya, sekolah TK.Negeri Pertiwi Luwuk ini dulunya berstatus sekolah yayasan yang dikelola oleh bagian Setda Banggai. Seiring dengan perjalanan waktu yang ada, pada tahun 2024 dan tepatnya pada Nopember tahun 2024 lalu, sekolah TK.Pertiwi Luwuk berubah menjadi sekolah negeri yang diusulkan oleh pemerintah daerah Kabupaten Banggai di era Bupati Amirudin Tamoreko.
” Sehingga pada tahun anggaran 2024 lalu, sekolah TK.Pertiwi Luwuk ini, telah mendapatkan proyek rehabilitasi ringan dengan anggaran sebesar kurang lebih Rp 149 juta lebih ” ungkap Rosnalita Laefo dengan nada serius.
Sementara mengenai realisasi fisik pekerjaan proyek di tiga aiten hingga medio Nopember 2025 ini, lanjut Rosnalita Laefo, sudah mencapai sebesar 70 persen dan begitu juga dengan realisasi keuangannya juga sudah cair sebesar 70 persen atau sebesar Rp 300 juta. ” Dan kami sudah mengusulkan untuk pencairan dana yang sisanya sebesar 30 persen, guna melanjutkan pekerjaan yang ada ” tambah Rosnalita Laefo dengan mantap.
” Saya merasa optimis dengan sisa waktu yang ada pekerjaan proyek pembangunan ini, akan selesai sesuai waktu yang ditentukan yakni 120 hari kalender atau selama tiga bulan ” tegas Rosnalita Laefo dengan nada optimis dengan menambahkan bahwa pekerjaan proyek ini RAB itu, tidak ada plafonnya. *tasiman/wacana publik













