LUWUK, WACANA PUBLIK – Sedikitnya ada sebanyak 125 calon jemaah haji se-Kabupaten Banggai mengikuti kegiatan Manasik Haji Terintegrasi tingkat kabupaten tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi yang digelar di Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Banggai, Sabtu (14/2/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umroh Provinsi Sulawesi Tengah, Muchlis Aseng, S.Ag.,M.Pd dan dihadiri Kepala Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Banggai, Aswari A Nadjir, S.Ag.,M.Pd beserta jajaran panitia dan calon jemaah haji.
Apa dan Siapa?
Manasik haji terintegrasi ini merupakan rangkaian pembekalan resmi bagi calon jemaah haji Kabupaten Banggai sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Materi utama disampaikan langsung oleh Kakanwil terkait kebijakan baru penyelenggaraan haji dan umroh di Indonesia tahun 2026.
Dalam laporannya, Kepala Kantor Kementrian Haji dan Umroh Kabupaten Banggai, Aswari A. Nadjir menjelaskan bahwa kegiatan manasik telah dimulai sejak 2 Februari 2026 dengan sistem pembagian zona.
“Zona satu dilaksanakan pada 2 dan 3 Februari, dilanjutkan 4 dan 5 Februari. Kemudian zona dua pada 9 dan 10 Februari untuk zona satu lanjutan, serta 11 dan 12 Februari untuk zona dua. Hari ini merupakan manasik tingkat kabupaten yang dilaksanakan satu hari penuh,” jelas Aswari.
Di Mana dan Kapan?
Kegiatan puncak manasik tingkat kabupaten dipusatkan di Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Banggai pada Sabtu, 14 Februari 2026.
Dari total 162 calon jemaah haji Kabupaten Banggai yang tercatat tahun ini, sekitar 80 persen atau 125 orang hadir mengikuti kegiatan tingkat kabupaten. Sementara sisanya dijadwalkan menyusul karena faktor jarak dan kondisi tertentu.
Mengapa Penting?
Aswari menegaskan bahwa manasik haji bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan mendasar bagi setiap calon jemaah.
“Jangan pernah ada jemaah merasa sudah memiliki ilmu lalu mengabaikan manasik. Perjalanan haji adalah perjalanan panjang yang membutuhkan bekal ilmu, kesiapan fisik, dan mental,” tegasnya di hadapan peserta.
Ia juga mengingatkan bahwa masa tunggu keberangkatan haji yang cukup panjang harus ditebus dengan keseriusan mengikuti setiap tahapan pembinaan.
Bagaimana Desain Pembekalan?
Usai Ramadhan 1447 Hijriah, pihaknya merencanakan pembekalan lanjutan untuk ketua regu dan ketua rombongan. Namun, desain pembinaan tahun ini akan melibatkan seluruh jemaah dalam praktik langsung yang dipandu ketua kloter dan pembimbing ibadah.
Selain itu, setelah pembagian regu dan rombongan, setiap kelompok didorong untuk melaksanakan manasik mandiri agar sesama anggota saling mengenal dan membangun kekompakan sebelum keberangkatan.
Kakanwil Kementrian Haji dan Umroh Pro.Sulteng Muchlis Aseng dalam arahannya menekankan pentingnya memahami kebijakan baru haji 2026, termasuk aspek pelayanan, kedisiplinan, dan tanggung jawab jemaah selama berada di Tanah Suci.
Dengan manasik terintegrasi dari tingkat kecamatan hingga kabupaten ini, diharapkan seluruh calon jemaah haji Kabupaten Banggai dapat berangkat dengan kesiapan maksimal dan kembali sebagai haji yang mabrur. */tas wacana publik


















