“Bukan Cuma Pimpin Daerah, Bupati Banggai Siap Pimpin Khutbah Idul Fitri Di Lapangan Mirqan Bukit Halimun “

banner 468x60

LUWUK, WACANA PUBLIK – Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah / 2026 Masehi di Kabupaten Banggai dipastikan akan berlangsung meriah sekaligus sarat makna keagamaan. Rencananya, sholat Id akan digelar di Lapangan Mirqan, Bukit Halimun, dengan Bupati Banggai Ir. H. Amirudin, SP., MM., AIFO.,MP bertindak sebagai khatib.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat Kepala Kementerian Agama Kabupaten Banggai Nomor B-37-KK-22.04/I/HM.01/2026 tertanggal 6 Maret 2026, serta surat Ketua PHBI Kabupaten Banggai Nomor 14/PHBI-KB/3/2026 tertanggal 7 Maret 2026, yang berisi imbauan pelaksanaan Sholat Idul Fitri secara terbuka di lapangan.

banner 336x280

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai, Drs. H. Suardi Kandjai, M.Pd memberikan apresiasi atas rencana tersebut. Menurutnya, pelaksanaan sholat Id di lapangan merupakan sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam.

Ia menjelaskan bahwa Rasulullah SAW hampir selalu melaksanakan sholat Idul Fitri dan Idul Adha di tempat terbuka.

 “Mayoritas ulama sepakat bahwa sholat Id di lapangan lebih utama karena mencontoh kebiasaan Rasulullah. Kecuali ada kondisi tertentu seperti hujan atau keadaan darurat,” ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan sholat Id di lapangan juga memiliki nilai syiar yang lebih luas karena mampu menjangkau jamaah dalam jumlah besar.

“Kalau di lapangan, umat bisa berkumpul lebih banyak. Itu bagian dari syiar Islam yang sangat baik,” tambahnya.

Selain pelaksanaan sholat Id, kegiatan tersebut juga akan dirangkaikan dengan open house Bupati dan Wakil Bupati Banggai sebagai ajang silaturahmi dengan masyarakat.

Suwardi Kandjai menilai agenda tersebut sangat positif karena memberikan ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi langsung dengan pemimpinnya di hari kemenangan.

 “Ini momentum silaturahmi yang sangat baik. Setelah sholat bersama, masyarakat juga bisa bertemu langsung dengan Bupati dalam suasana Idul Fitri,” jelasnya.

Ia juga memberikan apresiasi khusus atas kesediaan Bupati Banggai untuk menjadi khatib pada pelaksanaan sholat Id tahun ini.

Menurutnya, tidak semua kepala daerah memiliki kemampuan sekaligus keberanian untuk berdiri di atas mimbar menyampaikan khutbah kepada masyarakat.

“Ini sesuatu yang sangat positif. Ketika seorang bupati menjadi khatib, maka di situ terlihat perpaduan antara umara dan ulama,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa ketika seorang pemimpin daerah menyampaikan khutbah, maka pesan-pesan pembangunan, persatuan, toleransi, dan kerukunan umat beragama dapat disampaikan secara lebih kuat kepada masyarakat.

“Pesan dari seorang pemimpin biasanya lebih mudah diterima masyarakat karena beliau bukan hanya tokoh pemerintahan, tetapi juga tampil sebagai tokoh agama saat berada di mimbar,” ujarnya.

Suwardi Kandjai menambahkan bahwa berdasarkan pengamatannya, Bupati Banggai bukan pertama kali menjadi khatib pada sholat Id.

Ia bahkan menyebut bahwa Amirudin beberapa kali dipercaya menjadi khatib Idul Fitri maupun Idul Adha di berbagai kesempatan.

“Saya melihat kemampuan beliau di mimbar sangat baik. Beliau sudah beberapa kali menjadi khatib,” ungkapnya.

Bahkan, menurutnya, Bupati Banggai pernah menjadi khatib sholat Id pada masa pandemi Covid-19 di Jakarta dan sempat menjadi perhatian publik.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Banggai untuk bersama-sama menghadiri sholat Id di Lapangan Mirqan.

“Saya sendiri tahun ini tidak menerima jadwal khutbah di tempat lain. Insya Allah saya akan mendampingi beliau melaksanakan sholat Id bersama masyarakat di lapangan,” tutupnya.

Pelaksanaan sholat Id di Lapangan Mirqan Bukit Halimun diperkirakan akan menjadi salah satu momentum kebersamaan terbesar masyarakat Banggai, sekaligus memperkuat nilai-nilai persatuan dan silaturahmi di hari kemenangan. */tasiman wacana publik

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *