Meski efisiensi anggaran melanda tahun 2026, sektor pendidikan Banggai Kepulauan tetap berjalan dengan prioritas program karakter dan bantuan seragam bagi siswa baru
BANGKEP, WACANA PUBLIK – Di tengah isu pemangkasan anggaran yang melanda sejumlah sektor pada tahun 2026, dunia pendidikan di Kabupaten Banggai Kepulauan justru tetap “bernapas lega”. Pemerintah daerah memastikan program prioritas pendidikan tetap berjalan, terutama yang berkaitan dengan visi misi “Delapan Berkah” milik Bupati Banggai Kepulauan.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banggai Kepulauan, Harry S. Nursin, S.STP.,MAP saat berbincang bincang dengan awak media Wacana Publik di ruang kerjanya, Kamis (12/3).
Menurutnya, sektor pendidikan masuk dalam salah satu program utama pemerintah daerah yakni “Berkah Cerdas”, yang bertujuan membangun generasi Banggai Kepulauan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.
“Program Berkah Cerdas ini sudah kami aktualisasikan dalam berbagai kegiatan di dinas pendidikan. Salah satunya adalah bantuan baju seragam sekolah bagi siswa baru kelas 1 SD dan kelas 1 SMP di seluruh satuan pendidikan di Banggai Kepulauan,” jelas Harry S Nursin.
Program bantuan seragam tersebut, kata dia, merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk meringankan beban orang tua siswa dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka.
Ia mengungkapkan, pada tahun sebelumnya program ini berjalan cukup sukses dan mendapat respon positif dari masyarakat, guru, komite sekolah, hingga pemerhati pendidikan.
“Alhamdulillah kegiatan itu berjalan lancar dan mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat,” ujarnya.
Namun demikian, pada tahun 2026 ini, pemerintah daerah tetap harus menyesuaikan diri dengan kondisi efisiensi anggaran yang terjadi secara nasional.
“Tahun ini program bantuan seragam masih ada, tetapi memang nilainya tidak sebesar tahun sebelumnya karena adanya efisiensi anggaran. Meski begitu, Bupati dan Wakil Bupati tetap memiliki komitmen yang kuat agar program ini tidak dihentikan,” tambahnya.
Bukan Hanya Pintar, Tapi Juga Berakhlak
Selain program berbasis anggaran, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan juga menjalankan sejumlah program pendidikan yang tidak membutuhkan biaya besar (non-budgeter), namun memiliki dampak besar terhadap pembentukan karakter siswa.
Salah satunya adalah program sholat berjamaah bagi siswa SD dan SMP yang dilaksanakan pada waktu jam sekolah, bertepatan dengan waktu sholat Dzuhur.
“Pak Bupati mengeluarkan edaran agar siswa bersama guru melaksanakan sholat berjamaah di mushola sekolah atau di masjid terdekat,” terang Harry S.Nursin.
Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga meluncurkan program “Berkah Cerdas Mengaji”, yang dilaksanakan setiap hari Senin dan Kamis di sekolah.
Program ini bertujuan memperkuat pendidikan karakter serta nilai-nilai spiritual bagi para siswa sejak dini.
“Berkah Cerdas itu bukan hanya soal kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan emosional dan akhlak. Itu yang ingin dibangun,” katanya.
Anggaran Turun, Tapi Pendidikan Tetap Prioritas
Terkait dengan pemangkasan anggaran yang terjadi di beberapa sektor, Harry S.Nursin menegaskan bahwa sektor pendidikan tetap memiliki batas minimal alokasi anggaran sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
“Secara regulasi, pendidikan memiliki persentase anggaran yang tidak boleh dikurangi. Walaupun secara nominal mungkin menurun karena total DAU daerah berkurang, tetapi persentasenya tetap harus dipenuhi,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah akan menerapkan skala prioritas dalam pembangunan sarana dan prasarana sekolah.
“Pembangunan fisik tetap ada, tetapi tentu disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan anggaran. Kita fokus pada sekolah yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.
Dapat Kabar Baik dari Pusat
Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Banggai Kepulauan juga mendapat kabar baik dari pemerintah pusat.
Melalui komunikasi intens yang dilakukan oleh Bupati dan Wakil Bupati dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, daerah ini berpeluang mendapatkan program revitalisasi sekolah.
“Alhamdulillah Banggai Kepulauan mendapatkan kuota revitalisasi dari pemerintah pusat. Saat ini masih dalam proses verifikasi data, jadi jumlah pastinya belum final,” ungkap Harry S.Nursin.
Program tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat perbaikan fasilitas pendidikan di wilayah kepulauan tersebut.
Dengan berbagai strategi tersebut, pemerintah daerah optimistis bahwa meskipun anggaran mengalami efisiensi, kualitas pendidikan di Banggai Kepulauan tetap bisa terus meningkat dan sejalan dengan visi besar pembangunan daerah melalui program “Delapan Berkah”. */tasiman

















