LUWUK, WACANA PUBLIK – Di tengah semarak peringatan Hari Ulang Tahun ke-66 Kabupaten Banggai, Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. Anwar Hafid, tidak hanya menyampaikan ucapan selamat. Ia mengajak seluruh masyarakat merenungkan makna sebuah daerah yang selama puluhan tahun menjadi tempat berpijak, tumbuh, dan menggapai cita-cita.
Dalam sambutanya, Anwar Hafid menyebut Banggai sebagai “ibu”. Sebuah perumpamaan sederhana, tetapi penuh makna. Menurutnya, dari “rahim” Kabupaten Banggai lahir dua daerah otonom, Banggai Kepulauan dan Banggai Laut. Dari tanah yang sama pula lahir ribuan putra-putri yang kini mengabdi sebagai pemimpin, aparatur negara, tokoh masyarakat, hingga penggerak pembangunan di berbagai penjuru negeri.
“Ibu kita ini sudah berusia 66 tahun,” ucapnya. Kalimat itu seolah mengingatkan bahwa sebuah daerah bukan hanya kumpulan bangunan dan jalan, melainkan rumah besar yang telah memberi kehidupan kepada setiap anaknya.
Namun, sebagaimana seorang ibu yang selalu berharap kepada anak-anaknya, Banggai, kata Gubernur, juga sedang memanggil seluruh masyarakatnya untuk bersama-sama membalas jasa melalui kerja nyata. Ia mengingatkan bahwa masih ada wilayah yang membutuhkan perhatian, masih ada masyarakat yang harus disejahterakan, dan masih banyak ruang pembangunan yang harus diselesaikan. Momentum ulang tahun bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang tanggung jawab bersama.
Di sisi lain, Anwar Hafid mengapresiasi capaian Pemerintah Kabupaten Banggai. Menurutnya, daerah ini terus menunjukkan kemajuan dengan pertumbuhan ekonomi yang positif, tingkat kemiskinan yang relatif rendah, serta berbagai penghargaan yang diraih dari pemerintah pusat. Banggai dinilainya sebagai salah satu penopang penting pembangunan Sulawesi Tengah.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan tidak boleh membuat semua pihak cepat berpuas diri. Pembangunan hanya akan melaju jika seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan.
“Kalau kita tidak bersatu, pembangunan akan berjalan lambat. Tetapi jika kita bersama, Banggai bukan hanya bergerak maju, melainkan melompat maju,” tegasnya, disambut tepuk tangan para peserta upacara.
Kekaguman Gubernur terhadap wajah baru Teluk Lalong yang semakin tertata juga menjadi simbol optimisme. Baginya, perubahan itu menunjukkan bahwa kerja keras pemerintah dan dukungan masyarakat mampu menghadirkan wajah Banggai yang semakin indah dan membanggakan.
Menutup sambutannya, Anwar Hafid mengajak seluruh masyarakat menjadikan HUT ke-66 sebagai momentum memperkuat persaudaraan, mendukung kepemimpinan daerah, dan terus mengembangkan potensi ekonomi melalui UMKM. Sebab, menurutnya, hadiah terbaik bagi Kabupaten Banggai bukanlah pesta yang meriah, melainkan tekad seluruh anak daerah untuk terus menjaga, membangun, dan mengharumkan nama Tanah Babasal dari generasi ke generasi. */tasiman













