“Seragam Pensiun, Tumpeng Jalan Terus! 11 ASN P2KB P3A Banggai Pamitan, Ulang Tahun Kadis ke-56 Bikin Aula Makin Pecah”

banner 468x60

LUWUK, WACANA PUBLIK — Kalau biasanya acara pelepasan pegawai identik dengan suasana haru, kali ini ada pemandangan sedikit berbeda di Aula Pertemuan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KB P3A) Kabupaten Banggai.

Tangis haru memang sempat terasa. Namun, suasana kemudian berubah menjadi lebih hangat, ramai dan penuh tawa ketika acara pelepasan para aparatur yang memasuki masa purna bakti dirangkaikan dengan pemotongan tumpeng memperingati ulang tahun ke-56 Kepala Dinas P2KB P3A Kabupaten Banggai, Helena Agustina Padayatu, SH., M.Hum.

banner 336x280

Singkatnya, yang satu pamitan dari kantor, yang satu malah tambah umur. Tapi ujung-ujungnya sama-sama dapat tumpeng!

Acara sederhana tersebut dihadiri Kepala Dinas P2KB P3A Kabupaten Banggai, jajaran pejabat dan staf, serta para penyuluh KB se-Kabupaten Banggai.

Tidak ada pesta berlebihan. Tidak ada panggung megah. Hanya sebuah aula, sejumlah rekan kerja, tumpeng, dan cerita panjang tentang pengabdian para aparatur yang telah bertahun-tahun menjalankan tugas di Kabupaten Banggai.

Namun justru dalam kesederhanaan itulah suasana kekeluargaan terasa begitu kuat.

Pensiun Bukan Berarti Putus Silaturahmi

Kepala Dinas P2KB P3A Kabupaten Banggai, Helena Agustina Padayatu, SH.,M.Hum dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memiliki beberapa makna penting.

Pertama, sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan Republik Indonesia yang tahun ini memasuki usia ke-81 tahun.

Kedua, sebagai bentuk penghargaan dan pelepasan bagi para ASN maupun jajaran eks-BKKBN dan Dinas P2KB P3A yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya dan memasuki masa purna bakti.

Ketiga, momentum tersebut sekaligus menjadi ungkapan rasa syukur atas hari ulang tahunnya yang ke-56 pada 11 Agustus.

Helena menyampaikan terima kasih kepada para pegawai yang telah mengabdikan diri dengan penuh dedikasi selama bertugas di Kabupaten Banggai.

Menurutnya, setiap pengabdian yang diberikan untuk bangsa, negara, dan masyarakat memiliki nilai yang penting.

Ia berharap berbagai kebaikan yang telah dilakukan selama menjalankan tugas dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan negara.

“Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian selama melaksanakan tugas. Mudah-mudahan segala kebaikan yang telah dilakukan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan negara,” ujar Helena.

Dari Haru, Lalu Tumpeng Mengubah Suasana

Momen haru semakin terasa ketika para pegawai yang memasuki masa purna bakti menyampaikan kesan dan pesan.

Beberapa di antaranya adalah Esther Sendana, S.Pd., dan Dr. Andes Tasiman, S.Pd., S.H., M.H., dari unsur PKB/PLKB.

Sementara dari jajaran staf ASN Dinas P2KB P3A, kesan dan pesan disampaikan Jimmy W. Siby. S.Sos

Pesan yang disampaikan pada dasarnya berisi ucapan terima kasih atas kebersamaan selama bertugas sekaligus permohonan maaf apabila selama menjalankan pekerjaan terdapat kekurangan maupun kesalahan.

Namun, suasana haru itu tidak berlangsung terlalu lama.

Begitu tumpeng ulang tahun ke-56 Helena Agustina Padayatu disiapkan, suasana aula perlahan berubah.

Para pegawai yang sebelumnya serius mendengarkan pesan purna bakti mulai tersenyum. Tumpeng pun menjadi pusat perhatian.

Maklum, kalau sudah ada tumpeng, suasana kantor biasanya mendadak berubah dari rapat menjadi acara keluarga.

Pemotongan tumpeng menjadi salah satu momen yang membuat kegiatan semakin ramai dan penuh keakraban.

Ucapan selamat ulang tahun pun disampaikan kepada Helena.

“Selamat ulang tahun ke-56, Ibu Kadis. Semoga selalu diberikan kesehatan, panjang umur, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan amanah.”

11 Pengabdi Menutup Babak Kedinasan

Ketua IPKB Kabupaten Banggai, Farid Asis, menyampaikan bahwa para aparatur yang memasuki masa purna bakti dalam momentum tersebut berjumlah 11 orang.

Dari unsur PKB/PLKB atau Juang Kencana disebut sebanyak tujuh orang, sementara dari ASN pada Dinas P2KB P3A sebanyak empat orang.

Nama yang disebut dari unsur PKB/PLKB antara lain Dr. Andes Tasiman, S.Pd., S.H., M.H., Rina Siwi, S.H., Esther Sendana, S.Pd., Nina Wangsa Kaloke, Darnalia Pakpahan, dan Hendrikus Hermanto Suparman dan Ambo Tua Iskandar.

Sedangkan dari unsur staf ASN Dinas P2KB P3A disebut Jimmy W. Siby, S.Sos, Insinyur I Nengah Hadika, I Made Sutiasa, S.Pd., serta Ibu Erni.

Catatan: berdasarkan bahan yang disampaikan kepada media, daftar nama yang disebut dalam uraian PKB/PLKB perlu dicocokkan kembali dengan jumlah tujuh orang sebelum berita diterbitkan agar tidak terjadi kekeliruan data.

Jejak Pengabdian Tak Ikut Pensiun

Purna bakti pada akhirnya bukan sekadar tentang tanggal terakhir masuk kantor.

Di balik masa pensiun terdapat puluhan tahun perjalanan, pengalaman, perjuangan, pertemanan, dan cerita yang tidak mungkin seluruhnya tertulis dalam daftar riwayat pekerjaan.

Hari itu mereka mungkin meninggalkan rutinitas sebagai ASN.

Tetapi bukan berarti meninggalkan keluarga besar P2KB P3A.

Sebab, yang pensiun adalah status kedinasannya. Bukan persahabatannya. Bukan pula kenangannya.

Dan di tengah suasana haru pelepasan itu, tumpeng ulang tahun Helena menjadi simbol sederhana bahwa kehidupan memang terus berjalan.

Ada yang menutup masa pengabdian. Ada yang bertambah usia. Ada pula yang tetap melanjutkan perjuangan di kantor.

Namun semuanya bertemu dalam satu suasana: bersyukur, bersilaturahmi, dan saling mendoakan.

Acara sederhana itu akhirnya menjadi lebih dari sekadar seremoni pelepasan.

Ia menjadi pengingat bahwa setelah bertahun-tahun bekerja untuk masyarakat, seorang aparatur pada akhirnya akan meninggalkan meja kerjanya.

Tetapi selama masih ada kenangan dan silaturahmi, tidak ada kata benar-benar “berpisah. Purna bakti boleh selesai. Pengabdian dan persaudaraan? Jalan terus. */tasiman

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *