SD Inpres Km 8 Butuh Dua Lokal Ruang Kelas Belajar Bangunan Baru

banner 468x60

LUWUK, WACANA PUBLIK – Memang benar kata orang bijak. Mencipyakan pendidikan yang berkualitas itu, tidak semudah orang bayangkan hanya seperti membalikan telapak tangan saja. Namun hal tersebut, butuh usaha dan upaya serta pengorbanan yang tidak sedikit.

Hal tersebut, ditegaskan Kepala sekolah SD Inpres Km 8 Kecamatan Luwuk Selatan, Pudjiastuti Widomajani, S.Pd di ruang kerjanya, Jum’at ( 28/11 ) ketika menjawab pertanyaan Wacana Publik tentang keberadaan sarana dan prasarana gedung Ruang Kelas Belajar (RKB) yang dimiliki SD Inpres Km.8 tersebut.

banner 336x280

Menurut Pudjiastuti Widomajani, jumlah Rombongan belajar ( Rombel ) yang ada sebanyak 12 kelas dengan jumlah siswa sebanyak 287 orang. Sementara jumlah RKB yang dtersedia di sekolah hanya sebanyak 10 RKB. Sehingga masih dibutuhkan lagi dua lokal RKB bangunan baru.

” Untuk kegiatan belajar mengajar siswa yang ada tetap berjalan sebagaimana biasanya. Sementara sisa yang dua Rombel lainnya menggunakan ruang perpustakaan dan ruang laboratoriun komputer yang ada. Sehingga kami masih membutuhkan dua lokal lagi RKB bangunan baru tersebut, ” ujar Pudjiastuti Widomajani dengan nada berharap.

Berkaitan dengan sarana dan prasarana RKB yang ada, ungkap Pudjiastuti Widomajani, untuk tahun anggaran 2026 yang akan datang, pihaknya sudah mendapatkan lampu hijau dari dinas kabupaten untuk mendapatkan proyek pembangunan dua RKB plus proyek pagar sekolah itu. Sementara di tahun anggaran 2025 ini, tanbah Pudjiastuti hanya mendapatkan proyek pembangunan ruang UKS dengan anggaran sebesar Rp 99 juta lebih yang bersumber dari dana APBD tahun 2025 ini.

Dibagian lainnya, lanjut Pudjiastuti Widomajani, pihaknya sudah dua bulan terakhir ini mendapatkan program MBG ( Makanan Bergizi Gratis ) yang merupakan program unggulan dari Bapak Presiden RI Prabowo Subianto.

” Terima kasih banyak Bapak Presiden Prabowo Subianto atas bantuan progran MBG nya ini, anak anak bisa jadi sehat dan berkualitas. Anak anak yang selama ini hanya makan jajan di sekolah dan sekarang sudaah tidak lagi dan sudah kenyang sampai siang, ” tandas Pudjiastuti seraya menambahkan bahwa menolak bantuan MBG berarti menolak program Presiden Prabowo. * (tasiman/wacana publik)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *