LUWUK, WACANA PUBLIK – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-3 Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) di Kabupaten Banggai tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antarpenyuluh agama, tetapi juga momentum evaluasi terhadap berbagai tantangan yang masih dihadapi organisasi profesi tersebut.
Dalam sesi wawancara usai kegiatan, Kepala IPARI Kabupaten Banggai, Zuhra, S.Ag menyampaikan bahwa sejumlah langkah pembenahan masih menunggu regulasi resmi dari Kementerian Agama, khususnya terkait penataan dan pemetaan kebutuhan penyuluh agama di lapangan.

“Langkah-langkah seperti itu tentu kita menunggu regulasi dari Kementerian Agama. Karena pada prinsipnya, yang menentukan kebijakan tetap dari pihak kementerian,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejauh ini IPARI lebih banyak melakukan pendataan dan pemetaan terhadap wilayah-wilayah yang masih kekurangan penyuluh agama. Data tersebut nantinya menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan pemerintah dalam menentukan kebutuhan penyuluh di setiap daerah.
“Kami hanya melakukan pemetaan terkait wilayah yang belum terjangkau atau masih kekurangan penyuluh. Tetapi keputusan akhirnya tetap berada di pemerintah,” tambahnya.
Menurutnya, keberadaan penyuluh agama sangat penting dalam menjaga pembinaan umat, memperkuat moderasi beragama, hingga mendukung program-program sosial keagamaan di tengah masyarakat.
Meski organisasi tersebut baru memasuki usia tiga tahun, IPARI dinilai mulai menunjukkan perkembangan yang cukup positif dalam mendukung tugas-tugas Kementerian Agama di daerah.
“Soal kekurangan itu hal yang wajar karena organisasi ini masih muda, baru tiga tahun. Tetapi mudah-mudahan ke depan semakin kuat dan berjalan lebih baik,” katanya.
Momentum Harlah IPARI ke-3 sendiri diisi dengan berbagai kegiatan sosial, keagamaan, hingga penanaman pohon sebagai bagian dari program ekoteologi yang digaungkan Kementerian Agama.
Kegiatan tersebut juga menjadi simbol komitmen para penyuluh agama untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam menjaga kerukunan, memperkuat nilai toleransi, serta memberikan pelayanan keagamaan yang humanis dan membangun. */tasiman











