Harlah IPARI ke-3, Kemenag Banggai Tekankan Kerukunan dan Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur’an

banner 468x60

LUWUK, WACANA PUBLIK – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-3 Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) di Kabupaten Banggai berlangsung secara sederhana di halaman Kantor Kementrian Agama Kabupaten Banggai, Senin (25/5) namun penuh makna dan hikmat.

Kepala Kementrian Agama Kabupaten Banggai, Drs. Suardi Kandjai, M.Pd dalam sambutannya, menyampaikan bahwa IPARI yang sebelumnya diibaratkan masih “bayi” dalam proses pembelajaran, kini telah tumbuh menjadi organisasi yang semakin matang dan mampu memberikan kontribusi besar bagi umat dan bangsa.

banner 336x280

“Ibarat bayi yang baru berusia tiga tahun, hari ini IPARI bukan lagi seperti bayi, tetapi sudah menjelma menjadi remaja yang mulai menunjukkan kedewasaan dan kemajuan,” ujar Suardi Kandjai.

Momentum Harlah IPARI tahun ini mengusung tema “Merawat Umat”, yang menegaskan peran strategis para penyuluh agama dalam menjaga keharmonisan, toleransi, serta memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat, khususnya di Kabupaten Banggai.

Dalam kesempatan itu, disampaikan pula apresiasi terhadap berbagai terobosan yang dilakukan IPARI, salah satunya penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak rumah sakit.

Kerja sama tersebut dinilai sebagai langkah positif karena Kementerian Agama kini mulai hadir memberikan pendampingan spiritual dan pelayanan keagamaan kepada pasien maupun keluarga pasien di rumah sakit.

“Program ini sangat bersentuhan langsung dengan tugas dan fungsi rumah sakit. Sebelumnya mungkin Kementerian Agama belum terlalu hadir di ruang-ruang pelayanan kesehatan, tetapi hari ini kita mulai mengambil bagian,” ungkap Suardi dengan nada penuh semangat.

Selain itu, IPARI juga melakukan kerja sama penghijauan bersama instansi terkait sebagai bagian dari implementasi program ekoteologi Kementerian Agama. Kegiatan penghijauan dilakukan di kawasan Kantor Kementerian Agama sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan upaya menciptakan amal jariyah bagi generasi mendatang.

Menurut Suardi yang selalu tampil “ Law profile “ ini, nilai keteladanan Nabi Ibrahim AS juga menjadi sorotan. Seluruh penyuluh agama diingatkan agar mampu meninggalkan jejak kebaikan dan cerita indah yang akan dikenang masyarakat.

“Ketika kita sudah tiada, maka nama baik dan karya yang kita tinggalkan itulah yang akan terus dikenang,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kementerian Agama Kabupaten Banggai juga menyoroti pentingnya menjaga kerukunan umat beragama, terutama terkait pendirian rumah ibadah yang belakangan menjadi perhatian di sejumlah wilayah.

Disebutkan bahwa masih terdapat beberapa persoalan pembangunan rumah ibadah yang belum sepenuhnya memenuhi ketentuan administrasi sesuai aturan yang berlaku, sehingga memunculkan penolakan dari sebagian kelompok masyarakat.

Karena itu, para penyuluh agama diminta aktif menjalankan pesan toleransi dan memperkuat komunikasi lintas agama sesuai amanat SKB Dua Menteri tentang pendirian rumah ibadah.

“Kita harus menjadi bagian dari solusi, bukan justru memperbesar persoalan. Semakin banyak rumah ibadah, maka semakin banyak pula masyarakat yang tersadar akan nilai-nilai keagamaan,” tegasnya.

Salah satu contoh, kata Suardi, adalah adanya rumah ibadah di Desa Molino Kecamatan Luwuk Timur yang pembangunannya belum dapat dilanjutkan meski sebagian rangka bangunan sudah berdiri. Persoalan tersebut disebut sedang dikoordinasikan bersama pihak terkait, termasuk aparat kepolisian, agar dapat ditemukan solusi terbaik sesuai aturan yang berlaku.

Tak hanya soal kerukunan, lanjut Suardi, tugas besar lainnya yang menjadi perhatian adalah pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di Kabupaten Banggai. Para penyuluh agama diminta lebih aktif turun ke wilayah binaan masing-masing untuk melakukan pembinaan keagamaan dan memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan pendidikan Al-Qur’an secara maksimal.

Seluruh penyuluh agama juga diminta rutin melaporkan perkembangan, tantangan, maupun persoalan di lapangan kepada jajaran terkait, mulai dari Ketua IPARI, Pokjaluh hingga Seksi Bimas Islam agar setiap persoalan dapat segera ditindaklanjuti secara bersama-sama. */tasiman

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *