“Gedung Miliaran ‘Nunggu Disapu’: Dinas Perikanan Banggai Siap Pindah… Asal Debunya Ikut Musyawarah!”

banner 468x60

LUWUK, WACANA PUBLIK — Ada yang menarik—dan sedikit menggelitik—dari geliat pembangunan di lingkungan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Banggai. Sebuah gedung baru yang disebut-sebut “megah” dengan nilai anggaran lebih dari Rp1 miliar, ternyata belum juga difungsikan secara penuh. Bukan karena rusak. Bukan pula mangkrak. Tapi… masih menunggu dibersihkan.

Dalam bincang santai yang justru membuka banyak ruang tanya, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Banggai, Insinyur Ferlin Monggesang, MSI, memastikan bahwa bangunan tersebut secara teknis sudah rampung dikerjakan sejak beberapa waktu lalu.

banner 336x280

“Pekerjaan sudah selesai, tinggal pembersihan. Kita juga masih menunggu momen yang tepat karena ini bulan puasa. Di kantor lama, barang-barang sudah mulai kami packing,” ungkap Ferlin.

Namun dari penelusuran lapangan dan informasi yang dihimpun, kondisi ini memunculkan pertanyaan publik: mengapa gedung yang dibangun tahun 2025 itu baru akan ditempati sekarang? Apakah proses serah terima sudah tuntas? Ataukah ada hal-hal teknis yang belum sepenuhnya beres?

Ferlin mengakui, pihaknya masih melakukan pengecekan fasilitas, terutama instalasi listrik, air bersih dan kelayakan sarana pendukung lainnya. Hal ini menjadi alasan utama sebelum aktivitas perkantoran benar-benar dipindahkan.

“Kita lihat dulu, apakah instalasi listriknya dan air bersih serta fasilitas pendukung lainnya sudah baik. Kalau semua fasilitas memenuhi standar, kemungkinan habis Lebaran kita pindah,” tambahnya.

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa meskipun proyek telah dinyatakan selesai, proses finalisasi fungsi bangunan belum sepenuhnya tuntas. Dalam perspektif tata kelola anggaran publik, kondisi seperti ini bukan hal sepele. Gedung bernilai miliaran rupiah seharusnya dapat segera dimanfaatkan secara optimal, bukan menunggu momentum atau sekadar “pembersihan”.

Di sisi lain, langkah kehati-hatian yang dilakukan pihak dinas juga patut diapresiasi. Memastikan kelayakan fasilitas sebelum digunakan merupakan bagian dari tanggung jawab administratif dan teknis. Namun tetap saja, publik berhak bertanya: apakah perencanaan awal sudah benar-benar matang?

Fenomena “gedung siap tapi belum siap pakai” ini kerap menjadi ironi dalam pembangunan daerah. Secara fisik berdiri megah, namun secara fungsional masih menunggu waktu—atau bahkan keputusan.

Kini, harapan pun menggantung pada pasca Lebaran. Apakah gedung ini benar-benar akan difungsikan? Atau kembali menjadi cerita klasik pembangunan yang tertunda oleh hal-hal yang semestinya bisa diselesaikan sejak awal?

Satu hal yang pasti, masyarakat Banggai menunggu. Bukan sekadar gedung baru, tapi kinerja baru yang lebih segar dari Dinas Kelautan dan Perikanan. Semoga saat pintu gedung itu resmi dibuka, bukan hanya debu yang hilang—tapi juga keraguan publik. */tasiman

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *