“Balap Karung vs Cerdas Cermat: Hardiknas Moilong Siap Pecah, Dari Senam Hebat Sampai Adu Otak!”

banner 468x60

Laporan : Tasiman Wacana Publik

MOILONG, WACANA PUBLIK – Perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat Kecamatan Moilong tahun ini tampaknya tidak mau setengah-setengah. Dari lomba yang menguras tenaga sampai yang menguras isi kepala, semua disiapkan demi satu tujuan: bikin pendidikan terasa “hidup”, bukan sekadar upacara formal yang cepat dilupakan.

banner 336x280

Namun di balik gegap gempita itu, muncul pertanyaan yang menarik untuk ditelisik: apakah kegiatan ini benar-benar mendorong kualitas pendidikan, atau sekadar seremoni tahunan yang meriah di permukaan?

Ketua Panitia Pelaksana, Kamsori, S.Pd saat ditemui di ruang kerjanya, di Moilong, belum lama ini, menjelaskan bahwa kegiatan Hardiknas tahun ini dirancang lebih variatif dibanding tahun-tahun sebelumnya—yang ironisnya, menurut pengakuannya sendiri, justru “tidak pernah dilaksanakan”.

“Ini kita buat untuk membuka ruang bagi anak-anak agar bisa menyalurkan bakat dan kreativitas mereka,” ujarnya.

Pernyataan ini menarik. Jika sebelumnya kegiatan serupa tidak pernah digelar, maka tahun ini bisa dibilang sebagai “debut besar”—sebuah langkah awal yang sekaligus menjadi ujian: apakah ini akan berkelanjutan atau hanya jadi euforia sesaat?

Lomba Serius, Hadiah Masih “Diusahakan”

Rangkaian lomba dibuat berjenjang: TK/PAUD: Senam Indonesia Hebat & lomba mewarnai, SD: Senam, tari kreasi tradisional, cerdas cermat, balap karung, SMP/MTs: Senam, tari, cerdas cermat, mendongeng, balap karung

Perpaduan antara lomba intelektual dan lomba tradisional seperti balap karung menjadi daya tarik tersendiri. Di satu sisi ada “adu otak”, di sisi lain ada “adu napas dan keseimbangan”.

Namun, ada satu hal yang cukup menggelitik: soal hadiah.

“Untuk hadiah, apakah berupa uang atau penghargaan, kita upayakan,” tegas Kamsori.

Kata “diupayakan” di sini cukup mengundang tafsir. Apakah anggaran belum final? Atau masih menunggu “sponsor dadakan”? Dalam event sebesar ini, kejelasan reward seharusnya sudah menjadi bagian yang matang sejak awal.

SMA Absen, Karena “Kurang Populasi”

Menariknya, jenjang SMA tidak dilibatkan dalam kegiatan ini. Alasannya sederhana namun cukup krusial: jumlah sekolah SMA di Kecamatan Moilong masih minim.

Alih-alih dipaksakan, panitia memilih menyerahkan ke masing-masing satuan pendidikan. Keputusan ini realistis, namun sekaligus membuka pertanyaan lebih besar tentang pemerataan akses pendidikan di wilayah tersebut.

Seminar Pendidikan: Serius atau Seremonial?

Selain lomba, panitia juga merancang seminar pendidikan pada 28 April 2026, dengan rencana menghadirkan: Anggota DPR RI, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten, Perwakilan Cabang Dinas Provinsi

Sekilas terdengar “wah”. Tapi pengalaman selama ini menunjukkan, seminar seringkali berakhir sebagai ajang pidato panjang tanpa tindak lanjut konkret.

Apalagi di tengah kondisi guru yang masih disibukkan dengan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan pengawasan silang, efektivitas seminar ini patut diuji.

Jadwal Padat, Beririsan dengan Kartini

Kegiatan lomba dimulai 22 April 2026, sehari setelah perayaan Hari Kartini yang juga diisi dengan karnaval oleh TK/PAUD.

Artinya, siswa dan guru langsung “tancap gas” tanpa jeda panjang. Ini bisa jadi positif (momentum terjaga), tapi juga berpotensi melelahkan jika tidak dikelola dengan baik.

Puncak Acara: Upacara dan Harapan

Puncak kegiatan akan digelar pada 2 Mei di Lapangan Desa Argo Mulya Kecamatan Moilong. Di sinilah semua rangkaian akan ditutup dengan upacara resmi—tradisi yang selalu menjadi simbol peringatan Hardiknas.

Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Moilong, Sarwan Amsir, S.Pd, menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memeriahkan Hardiknas sekaligus memberi ruang ekspresi bagi siswa.

Antara Semangat dan Realita

Secara konsep, kegiatan ini patut diapresiasi. Ada upaya menghidupkan kembali semangat Hardiknas dengan pendekatan yang lebih merakyat dan partisipatif. */tas

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *