PEKERJAAN sebagai seorang jurnalistik atau yang kita kenal dengan sebutan sebagai seorang wartawan bagi aku adalah merupkan pekerjaan yang sangat mulia. Dikatakan pekerjaan yang sangat mulia kerena bisa membantu masyarakat luas tentang berbagai informasi yang disajikan lewat media cetak maupun media elektronik disemua sektor yang ada didalam masyarakat baik itu dilembaga pemerintahan maupun non pemerintahan yang ada.
Cita cita aku menjadi sebagai seorang wartawan atau sebagai seorang jurnalistik sebenarnya sudah lama aku diidam idamkan semenjak aku masuk di bangku kuliah di Universitas Tadulako Palu tahun 1995 lalu. Perjalanan menuju karir sebagai seorang jusnalistik ternyata tidak semudah yang aku bayangkan seperti membalikan telapak tangan.
Perjalanan karirku sebagai seorang wartawan atau seorang jurnalistik dimulai dari penjual koran dan loper koran Mercusuar di Palu sambil aku melaksanakan tugas pokoknya sebagai seorang mahasiswa. Sebelum aku pergi ke kampus biasanya aku pada pagi hari membantu pekerjaan di rumah seperti menyapu rumah dan mengepel lantai, mencuci piring dan menyetrika pakaian serta kadang ditugaskan untuk memasak nasi. Harap maklum menumpang hidup dan tinggal sama orang lain di kota Palu harus kerja pada pagi hari setelah bangun tidur. Hidup merantau dan jauh dari orang tua, harus rajin dan jujur serta kerja dengan iklas.
Pekerjaan rutinitas setiap harinya ini aku lakukan dengan iklas dan senang hati. Dan alhamdulilah aku tinggal sama orang yang mempunyai atau pemilik koran Mercusuar Palu yakni Bapak almarhum Drs. Rusdy Toana yang kini koran Mercusuarnya dikelola atau dilanjutkan oleh putranya yang bernama Tri Putra Toana hingga berkembang sampai saat ini. Setelah selesai melakukan aktifitas di rumah aku lanjutkan dengan mengantar koran atau surat kabar kepada pelanggan yang di rumah rumah atau di kantor kantor yang ada di kota Palu dan sekitarnya.
Sebagai penjual koran atau tukang loper koran di Palu waktu itu, aku mempunyai pelanggan tetap hampir mencapai 500 eksplar pelanggan yang tersebar dari wilayah Biromaru dan pelanggan koran dalam kota sendiri hingga ke wilayah daerah Donggala. Pekerjaan penjual koran dan loper korang aku lakoni kurang lebih sekitar 3 tahunan karena aku sudah mulai belajar menjadi seorang wartawan cari berita dan menulis berita di koran Mercusuar,
Tepat pada tahun 1987 aku mengikuti ujian masuk menjadi anggota PWI (Persatuan Wartawan Indonesia ) Cabang Palu dan dinyatakan lulus dan berhak menjadi anggota PWI dengan status menyandang anggota CA. Seiring dengan berjalannya waktu menjadi seorang jurnalistik/wartawan aku lakukan dengan baik, setiap ada kesempatan ada ujian peningkatan status keanggotan PWI aku selalu mengikutinya dan alhamdulilah tiga tahun kemudian status keanggotaan PWI aku meningkat menjadi anggota PWI muda.
Sebagai seorang anggota organisasi profesi seperti wartawan ini, aku lakukan dengan baik dari hari ke hari di kota Palu, sambil menyelesaikan studi kuliahku yang ada. Dan alhamdulilah keduanya bisa berjalan dengan baik dan sukses serta bisa menyelsaikan studinya di bangku kuliahku. Mengenai suka dan duka sebagai seorang wartawan banyak sekali yang aku dapatkan dari segi pengalaman di masyarakat. Perjalanan aku yang sudah cukup lama ini, sekitar tahun 1992 keanggotaan PWI aku statusnya sudah meningkat lagi menjadi anggota biasa hingga sekrang ini.
Pada akhir tahun 1992 aku bersama keluarga pindah ke kota Luwuk Kabupaten Banggai karena mengikuti istri pada waktu itu yang lulus ikut ujian menjadi PNS ( Pegawai Negeri Sipil ) di Kantor Departemen Hukum dan HAM atau tepatnya ditempatkan di kantor Lembaga Pemasyarakatan (LP) Luwuk kelas 2. Di kota Luwuk sendiri aku tetap menjalajankan tugasnya sebagai seorang jurnslistik atau wartawan. Pekerjaan sebagai seorang wartawan di kota Luwuk, berjalan tidak terlalu lama kurang lebih sekitar tiga tahun, karena di tahun 1995 aku lulus ikut ujian menjadi PNS tepatnya di Lembaga Non Departemen yakni Instansi BKKBN Pusat sebagai tenaga Penyuluh KB di Lapangan.
Setelah aku Lulus menjadi PNS di BKKBN pusat itu, praktis profesi wartawanku tidak berjalan mulus dan tersendat sendat, sehingga aku harus memilih salah satu pekerjaan yang harus kita tekuni, biar bisa fokus dalam menjalankan tugas pokoknya. Dihadapkan dengan dua pilihan pekerjaan yang harus aku dipilih disalah satunya. Dan sesuai arahan dan bimbingan pimpinanku di provinsi di Palu waktu itu dr.Syahrir Husain Lubis, aku memilih pekerjaan sebagai sorang penyuluh KB di lapangan.
Perjalanan karirku sebagai seorang penyuluh kb di lapangan terbilang bisa berjalan dengan baik dan sukses, Dan alhamdulilah di akhir tahun 2025 ini, aku telah memasuki masa purna bhakti alias pensiun dengan masa kerja mencapai 30 tahunan lebih dan telah mendapat penghargaan Satya Lencana Karya Bhakti 30 tahun dari Presiden Prabowo Subianto pada Agustus 2025 lalu.
Dengan berakhirnya masa tugasku sebagai penyuluh kb di BKKBN ini, dengan sisa waktu dan tenaga yang ada aku berniat untuk menekuni kembali profesiku yang lama sebagai seorang wartawan untuk mengabdikan dirinya lagi di tengah tengah masyarakat. Aku bangga profesiku sebagai seorang wartawan atau sebagai seorang jurnalistik di tengah tengah masyarakat di era reformasi ini.
Selama perjalanan karirku sebagai sebagai seorang wartawan/jurnalistik sudah pernah malang melintang diberbagai media yang ada di kota Palu seperti koran Mercusuar, Radar Sulteng, Majalah Kriminalitas dan Pencegahan Jakarta serta laiinya. Pertama kali di kota Luwuk aku pernah mendirikan koran lokal yakni Luwuk Post bersama alm Jutri Mustatim dan Muklis Aseng. Koran lokal Luwuk Post yang pernah aku dirikan tidak bertahan lama, karena sebagian teman telah beralih profesi dan yang sudah ada yang almarhum. Selain itu, aku juga mendirikan koran mingguan Metro Realitas Luwuk.
Sekarang di kota Luwuk ini, aku mendirikan koran media cetak dan media on line yaitu Media WACANA PUBLIK. Dan aku berharap mudah mudahan koran yang aku mau tekun ini bisa berjalan dengan lancar dan bisa berkembang dengan pesat kedepannya, Amin Ya robbal Alamin.
Inilah sekelumit kisah perjalanan profesiku sebagai seorang wartawan/jurnalistik yang disajikan lewat tulisan dengan gaya bertutur, semoga ada manfaatnya. * (tasiman/wacana publik )

















