Laporan : Tasiman wartawan wacana public (bag.1)
LUWUK, WACANA PUBLIK – Bantuan alat pertanian dari Kementerian Pertanian RI tahun anggaran 2025 mulai digelontorkan untuk mendukung program cetak sawah rakyat di Kabupaten Banggai. Meski sebagian alat masih “parkir manis” di halaman dinas, proyek perluasan sawah seluas 250 hektar kini tengah dikebut pengerjaannya oleh TNI.

Bantuan tersebut bersumber dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Sarana dan Prasarana Pertanian, sebagai bagian dari program nasional mendukung swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Penyuluhan Pertanian Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Banggai, Fadli Selawali, S.P., saat ditemui Wacana Publik di ruang kerjanya, Jumat (20/2/2026), menjelaskan bahwa bantuan tersebut diprioritaskan untuk mendukung kegiatan cetak sawah rakyat yang sedang berlangsung.
“Bantuan tahun 2025 ini untuk mendukung swasembada pangan melalui kegiatan cetak sawah. Alatnya berupa tiga unit roller patok, dua unit combine harvester, dan tujuh unit traktor roda dua,” jelas Fadli.
Kenapa Alat Masih di Dinas?
Fadli mengakui, tidak semua alat langsung diserahkan ke kelompok tani. Sistemnya adalah pinjam pakai melalui brigade alat yang berada di bawah kendali dinas.
“Alat ini tidak dipinjamkan perorangan, tapi digunakan secara kelompok. Dan tanggung jawab penuh ada pada kelompok pengguna,” tegasnya.
Dari tujuh unit traktor roda dua, tiga unit sudah berada di kelompok tani, sementara empat unit masih berada di dinas. Namun, sebagian alat belum dimanfaatkan optimal karena kondisi medan yang berat dan rawa-rawa sehingga sulit dioperasikan.
“Medannya cukup berat, jadi belum semua bisa digunakan maksimal,” tambahnya.
250 Hektar, Lima Kecamatan, Tujuh Desa
Program cetak sawah tahun 2025 tersebar di lima kecamatan dan tujuh desa dengan total luasan mencapai 250 hektar.
Lima kecamatan tersebut yakni: Kecamatan Toili Jaya, Kecamatan Toili, Kecamatan Moilong, Kecamatan Bualemo, Kecamatan Simpang Raya. Adapun rincian desa dan luasannya antara lain: Desa Welolu – 23 hektar, Desa Pandanwangi – 35 hektar, Desa Tohitisari – 52 hektar, Desa Toili (Moilong) – 20 hektar, Desa Toiba (Bualemo) – 20 hektar, Desa Lembah Tompotika – 50 hektar, Desa Gonohop – 50 hektar. Total keseluruhan mencapai 250 hektar lahan baru siap tanam.
Dikerjakan TNI, Anggaran Rp30 Juta per Hektar
Pelaksanaan proyek dikerjakan oleh TNI melalui kontrak kerja antara Kepala Dinas selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan pelaksana lapangan dari unsur TNI.
Anggaran kegiatan diperkirakan sekitar Rp30 juta per hektar, mencakup pekerjaan land clearing, leveling, hingga pembuatan pematang batas sampai lahan siap tanam.
“Ketika lahan diserahkan, kondisinya sudah siap tanam,” ujar Fadli.
Ia menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari agenda nasional untuk memperkuat ketahanan pangan melalui perluasan sawah baru.
“Kita terbuka saja. Ini program nasional untuk mendukung swasembada pangan. Salah satu jalannya adalah cetak sawah baru,” pungkasnya.
Dengan kombinasi alat bantuan, dukungan TNI, serta kesiapan lahan 250 hektar, Banggai kini bersiap menambah lumbung pangan baru. Tinggal memastikan traktor tak lagi sekadar jadi pajangan, tapi benar-benar menggaruk tanah demi panen melimpah. */













