Laporan : Tasiman Wartawan Wacana Publik Luwuk
LUWUK, WACANA PUBLIK – Sebuah kecelakaan tragis terjadi menjelang waktu berbuka puasa, Selasa (3/2) sekitar pukul 17.30 WITA, di jalur tanjakan dari Kilometer 5 menuju jalan atas Bukit Halimun. Sebuah truk bermuatan barang ekspedisi diduga mengalami rem blong hingga hilang kendali dan menabrak tiang listrik sebelum akhirnya terjun miring ke jurang.

Menurut keterangan saksi mata di lokasi kejadian, Amanda, kepada media cetak dan online Wacana Publik, truk tersebut awalnya meluncur dari arah atas Bukit Halimun menuju Kilometer 5. Namun saat berada di jalur menurun, kendaraan besar itu tiba-tiba oleng.
“Sepertinya remnya kosong atau blong. Mobil langsung tidak terkendali dan oleng,” ujar Amanda.
Sebelum menghantam tiang listrik, truk nahas tersebut lebih dulu menyambar dua sepeda motor yang sedang terparkir di depan rumah warga. Kedua motor itu terseret hingga masuk ke bawah kolong truk. Bukannya berhenti, kendaraan tersebut terus meluncur, menabrak tiang listrik, lalu terjatuh dalam posisi miring ke arah jurang.
Akibat insiden itu, satu orang sopir dilaporkan meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke RSUD Luwuk. Sopir diketahui terjepit badan kendaraan dan mengalami luka parah.
Sementara itu, dua orang penumpang yang berada di bagian depan mengalami kondisi kritis dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Dua penumpang lainnya yang duduk di bagian belakang mengalami luka berat dan luka ringan.
Saksi lain yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa truk tersebut ditumpangi lima orang. Ia menyebut kejadian berlangsung sangat cepat, tepat saat warga sekitar bersiap menyambut azan magrib.
“Pas orang-orang mau buka puasa, tiba-tiba terdengar benturan keras. Kami langsung keluar rumah, ternyata truk sudah miring dan ada korban,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian lalu lintas setempat belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti kecelakaan tersebut. Dugaan sementara mengarah pada rem blong, namun penyelidikan lebih lanjut masih diperlukan.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi para pengemudi, terutama kendaraan berat, untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melintasi jalur tanjakan dan turunan ekstrem seperti di kawasan Bukit Halimun.
Warga berharap pihak berwenang segera melakukan evaluasi terhadap kondisi jalur tersebut guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. */tasiman











