TOILI BARAT, WACANA PUBLIK – Desa Bukit Makarti Kecamatan Toili Barat, setelah mendapat gelar Penghargaan Desa Mandiri pada tahun 2023 lalu, dari pemerintah Kabupaten Banggai, kini dibawah kepemimpinan Sutrimo Arianto sebagai kepala desanya, terus berbenah diri membangun desannya, guna mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.
Kegiatan pelaksanaan pembangunan terus digalakan di desanya. Hal tersebut dapat dibuktikan di tahun anggaran 2025 ini, sejumlah kegiatan proyek masuk di desanya. Kegiatan fisik pelaksanaan pembangunan yang bersumber dari dana ADD (Anggaran Dana Desa) tahun 2025 antara lain, kegiatan pembangunan MCK sebanyak 2 unit dengan anggaran sebesar Rp 67,7 juta lebih dan pembanguan riol dengan panjang 60 meter dengan anggaran hampir mencapai ratusan juta.
Ketika bincang bicang dengan Wacana Publik di ruang kerjanya, belum lama ini, Kepala Desa Bukit Makarti, Kecamatan Toili Barat, Sutrimo Arianto, mengatakan, terkait dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat sebesar 20 persen dari ADD diserahkan ke Bundes untuk yang mengelolanya. Kegiatan Ketahanan pangan yang dikelola Bundes antara lain, meliputi kegiatan penggemukan sapi dan kegiatan Saprodi atau jual beli obat obatan herbisida dan sebagainya.
Guna mendukung perekonomian masyarakat yang ada di desanya, kata Sutrimo Arianto, pihaknya juga membagikan Bantuan Tunai Langsung (BLT) kepada sebanyak 10 kepala keluarga sebesar Rp 300 ribu per bulan. Bukan hanya itu, sebut Sutrimo Arianto, ada dana aspirasi masyarakat (Pokir) dari kabupaten yakni berupa bantuan bibit ayam, bibit kambing dan pembangunan pembuatan riol. Sementara dana yang bersumber dari APBD tahun 2025 ini ada berupa bantuan pengadaan sapi sebanyak 10 ekor.
Kepala Desa Sutrimo Arianto yang didampingi tenaga pendamping desa Gunawan mengungkapkan bahwa bantuan kegiatan lain di tahun 2025 yang masuk didesanya seperti dari Dinas Ketahanan Pangan berupa kegiatan pembuatan lantai jemur padi serta kegiatan proyek pengaspalan jalan desa dengan panjang 800 meter dengan anggaran sebesar Rp 900 juta lebih.
Sementara kegiatan yang menggunakan dana pelimpahan kewenangan kecamatan, sebut Sutrimo Arianto ini, ada kegiatan proyek fisik berupa pembuatan jalan usaha tani sepanjang 200 meter dengan anggaran sebesar Rp 38 juta lebih serta serta pemberdayaan masyarakat berupa bantuan baju WHD untuk ada bali dan bantuan Flisen jenasah bagi umat hindu. * (tasiman/wacana publik)











